ATAMBUA, The East Indonesia – Beberapa hari belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial terkait seorang oknum dokter yang bertugas di salah satu puskesmas di Kabupaten Belu, berinisial C V, yang diduga melakukan tindakan tidak terpuji terhadap seorang mahasiswi keperawatan yang sedang magang di tempat Dokter C V bekerja.
Aksi chatting itu bermula saat oknum Dokter itu melakukan percakapan bersama mahasiswi itu melalui pesan WhatsApp (WA).
Berdasarkan postingan akun Facebook Belu Update menyebutkan bahwa Oknum Dokter tersebut dilaporkan memaksa mahasiswi tersebut untuk melakukan video call tidak senonoh melalui chat WhatsApp.
Berdasarkan informasi yang diterima, oknum dokter tersebut menggunakan kata-kata yang mengintimidasi dan merendahkan.
Chat kurang terpuji oleh oknum dokter C.V ini terungkap pada tanggal 14 November 2024, ketika korban bunga (nama samaran) oknum mahasiswa praktek ini menceritakan kepada orang tuanya.
Dalam percakapan WhatsApp yang viral di media sosial, ia menulis:
– “Nurut woi, gw klarin nanti semuanya.”
Ketika ditanya apa maksudnya, dokter itu menegaskan:
– “Naked dah…gw mau vc.”
– “Perawat-perawat senior aja gw kondisiin jiper, apalagi yang kayak gini. That’s nothing.”
Selain memaksa mahasiswi untuk melakukan tindakan tidak senonoh, Dokter CV juga meminta korban untuk mengirimkan foto syur.
Dilansir Pos Kupang.com, saat itu, orang tuanya menanyakan kepada bunga masalah apa, lalu bunga menceritakan tentang chatting WhatsApp tersebut.
“Saat saya mendengar cerita dari anak saya, saya langsung minta nomor kontaknya dan saya whatsApp dia. Saya telpon dia dan saat mendengar cerita saya dokter CV langsung kasih mati HP dan blokir nomor saya,” cerita AL orang tua korban saat dihubungi awak media, Senin 23 Desember 2024.
Menindaklanjut kejadian tersebut, jelas AL, pihaknya akan mengirim surat terbuka ke IDI Pusat dan Provinsi terkait aksi tak bermoral yang dilakukan dokter CV.
“Soal kasus ini, kami dari keluarga juga sudah melaporkan ke bapak Bupati,” jelasnya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, drg.Maria Ansila Eka Mutty melalui pesan whatsAppnya menyampaikan, pihaknya sudah memanggil dan memintai keterangan yang bersangkutan dokter C.V.
“Saya sudah panggil, dia sudah mengakui. Kebetulan tadi dia datang bersama tunangannya,” jelas Ansila.
Lanjutnya, “Tadi bagian etik Dinkes juga sudah ambil keterangan. Sore ini yang bersangkutan ketemu organisasi profesi (IDI).”
Sambung Ansila, yang bersangkutan sudah bertunang dan rencananya akan menikah tahun depan.
Orang tua yang bersangkutan sudah ke keluarga di Halilulik dan minta diselesaikan secara adat,” ujarnya.
Dikatakan Ansila, keterangan itu hasil pengakuan yang bersangkutan di Dinkes, dan sementara yang bersangkutan dirumahkan sampai urusan selesai.
“Dia mengakunya demikian di Dinkes. Untuk sementara kami rumahkan sampai urusannya selesai,” ucapnya.
Sementara Ketua IDI cabang Belu, dr. Theodorus Lusianus Mau Bere yang dikonfirmasi menyampaikan pihaknya sementara mengecek kebenaran informasi tersebut.
“Untuk saat ini kami lagi mendalami kebenaran dari berita ini,” tuturnya singkat.
Oknum Dokter C V yang dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Selasa 24 Desember 2024 menyampaikan bahwa dirinya mengakui dan menyesali tindakan yang sudah membuat luka bagi oknum perawat bersangkutan dan keluarganya.
Dirinya juga meminta maaf atas chatting yang sudah membuat banyak pihak terganggu terlebih Dinas Kesehatan Belu, teman-teman seprofesi, rekan di tempat kerja, serta organisasi IDI, PDUI dan PPNI.
“Saya akui yang saya lakukan ini tidak baik. Karena itu dari lubuk hati yang paling dalam saya minta maaf terlebih untuk yang bersangkutan dan semua keluarga,” urai Dokter C V.
Saat ini diungkapkan bahwa oknum Dokter C V bersama keluarga besar tengah melakukan pendekatan dengan keluarga besar oknum perawat mahasiswi untuk diselesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan.
“Saya secara pribadi bersama keluarga saya sudah berkomunikasi dan bertemu dengan keluarga bersangkutan untuk selanjutnya masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Sekali lagi saya mohon maaf,” pungkasnya. (Ronny)


