Saturday, May 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Tempat Suci Alami Kerusakan, Prajuru Desa Adat Banyuasri Datangi Ketua Dewan

SINGARAJA, The East Indonesia – Kerusakan yang terjadi di dua tempat suci yakni Pura Penglukatan Camplung dan Pura Segara Banyuasri sudah dialami sejak beberapa tahun terakhir. Lantaran belum ada kabar bantuan dari proposal yang diajukan ke Gubernur Bali Lima tahun silam, Prajuru Desa Adat Banyuasri mendatangi Ketua DPRD Buleleng, Senin (3/3) di Gedung Dewan.

Kedatangan Prajuru Desa Adat Banyuasri langsung diterima Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya di ruang kerjanya. Berbagai problem permasalah di Banyuasri diutarakan secara gamblang oleh Kelian Desa Adat Banyuasri, Nyoman Mangku Widiasa kepada Ketua Dewan.

Diutarakan bahwa sejak beberapa tahun terakhir, dua tempat suci yang ada di areal wewidangan Desa Adat Banyuasri mengalami kerusakan. Dua tempat suci itu yakni Pura Penglukatan Camplung dan juga Pura Segara. Padahal sebelumnya pihak Prajuru Desa Adat sudah pernah mengirimkan proposal kepada Gubernur Bali, Wayan Koster. Bahkan tim sudah pernah ditinjau terkait kerusakan yang terjadi setelah proposal itu diberikan. Namun sayangnya hingga kini belum ada bantuan yang turun.

“Kami sudah pernah ajukan permohonan bantuan ke Pak Gubernur, bahkan sudah sempat ditinjau. Namun janji tinggalah janji hingga kini bantuan tidak kunjung turun. Takutnya kerusakan akan bertambah parah karena cuaca saat ini yang semakin ektreme,” ucapnya.

Karena itu pihaknya mendatangi Ketua DPRD untuk bisa memfasilitasi hal tersebut termasuk mengkomunikasikan kepada Gubernur Bali. Terlebih juga kas yang ada di Desa adat sangat sedikit. Ia juga mengungkapkan Desa Adat sangat membutuhkan Gong karena sebelumnya Gong milik Desa Adat hilang.

“Kita bingung juga, kas yang ada di adat sangat minim, kalau seandainya meminjam takutnya akan membebani prajuru dan juga krama desa adat. Kami mohon Pak Ketua bisa memfasilitasi termasuk untuk penyediaan gong untuk desa adat. Karena kami butuh gong ini ketika ada piodalan di desa adat,” imbuhnya.

Terkait dengan hal tersebut, Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengaku akan segera mengkomunikasikan dengan Gubernur Bali. Pihaknya berupaya agar semua persoalan bisa segera terselesaikan dengan baik. Termasuk untuk gong bagi Desa Adat Banyuasri.

“Saya akan segera komunikasikan dengan Pak Gubernur terkait hal ini. Semoga segala persoalan di Desa Adat Banyuasri bisa segera diselesaikan dan ada jalan keluarnya,” tutup Ngurah Arya.(Wismaya)

Popular Articles