SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng di bawah kepemimpinan dr. I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berkomitmen menjaga ketahanan pangan wilayahnya dengan memperbaiki dan memelihara saluran irigasi pertanian secara merata di 9 kecamatan. Kabupaten Buleleng dengan sektor pertanian yang menyumbang hampir 25% PDRB, menjadikan pertanian penyumbang kontribusi kedua setelah sektor akomodasi dan makan minum.
“Wilayah Buleleng adalah wilayah agraris yang nyegara gunung dengan banyak sumber mata air sehingga sangat mendukung untuk sektor pertanian. Untuk itu agar ketersediaan air bagi petani tetap terjaga kami berkomitmen memelihara saluran irigasi petani di wilayah Buleleng bersama Subak-Subak yang tersebar di 9 kecamatan dengan alokasi anggaran 10 miliar ditahun 2026 ini,” ungkap Putu Adiptha Eka Putra selaku Kepala Dinas PUTR Kab. Buleleng di ruang kerjanya, Senin, (19/1).
Lebih lanjut disampaikan ada 25 paket pengerjaan perbaikan saluran irigasi yang tersebar di 9 kecamatan yang akan dikerjakan bulan Februari 2026 sambil melihat kondisi cuaca dengan pengerjaan fisik (perbaikan atau pembangunan struktur seperti dinding dan lantai saluran, pintu air) untuk mengembalikan atau meningkatkan fungsi jaringan agar air dapat terdistribusi efisien ke lahan pertanian.
“Wilayah Buleleng memiliki 3 sumber air utama yang dibendung yaitu di Tamblang, Titab dan Gerokgak sebagai air baku pertanian dan rumah tangga. Selain itu banyak mata air dan air terjun , serta sungai yang dimiliki Buleleng. Ini potensi alam yang harus kita jaga dan distribusikan dengan baik ke petani melalui saluran irigasi,” jelasnya.
Diharapkan dengan perbaikan saluran irigasi, petani semakin bergairah dalam bercocok tanam karena terjaganya ketersediaan air saat musim tanam. “Dulu mungkin dalam setahun hanya 1-2 kali pola tanam, sekarang harapannya bisa 3-4 kali pola tanam dan tentunya meningkatkan produksi pertanian untuk menunjang kemandirian pangan,” pungkas Adiptha.(Wis)


