MAKASAR, The East Indonesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar-Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris sebagai upaya pelindungan dan Revitalisasi Bahasa Daerah melalui pemanfaatan teknologi digital guna menjangkau generasi muda. Peluncuran yang berlangsung di Aula Museum Kota Makassar ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional (PHBII) 2026.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Mendikdasmen pada ucapan PHBII 2026 pada 21 Februari 2026 yang menekankan pada pelibatan generasi muda dengan pemanfaatan teknologi digital. “Generasi muda menjadi fokus kali ini karena generasi inilah yang memiliki sarana ekspresi yang paling kuat dengan segala kemudahan teknologi informasi yang dikuasainya. Tujuan dari pelibatan generasi muda adalah agar bahasa ibu tidak menjadi asing dari keseharian mereka,” pesan Mendikdasmen.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menambahkan bahwa bahasa ibu memiliki nilai krusial dalam membentuk identitas bangsa. “Hingga 2025, Badan Bahasa telah merevitalisasi 120 bahasa di seluruh Indonesia dan menyusun 228 kamus bahasa daerah sebagai upaya pelindungan jati diri budaya,” ujarnya.
Inovasi “Kamus Hidup” dan Fitur Interaktif
Kamus Digital Bahasa Makassar yang dikembangkan bersama BASAsulsel Wiki ini memuat 4.358 entri kosakata. Berbeda dengan kamus konvensional, aplikasi ini dirancang sebagai “kamus hidup” yang memungkinkan masyarakat mengajukan penambahan kosakata baru secara partisipatif. Setiap usulan akan diverifikasi oleh tim ahli dari Badan Bahasa sebelum resmi ditambahkan.
Untuk menarik minat pelajar, kamus ini dilengkapi berbagai fitur modern, mulai dari terjemahan yang mencakup bahasa Makassar, Indonesia, dan Inggris, hingga dukungan multimedia berupa video pelafalan untuk membantu pengguna memahami pengucapan serta konteks penggunaan kata secara akurat. Selain itu, fitur kuis interaktif turut dihadirkan sebagai media pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa.
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, dilakukan penandatangan Nota Kesepakatan antara Badan Bahasa dan Pemerintah Kota Makassar mengenai Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra yang berlaku selama lima tahun ke depan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan bahwa kamus ini merupakan sarana vital untuk memperkuat identitas lokal di era globalisasi.
Dukungan penuh juga datang dari Dinas Pendidikan Kota Makassar yang akan segera menyosialisasikan penggunaan aplikasi ini di seluruh satuan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan pentingnya aplikasi ini agar anak-anak Makassar tidak kehilangan jati dirinya.
Setelah peluncuran, siswa SD dan SMP mengikuti uji coba Kamus Digital Bahasa Makassar dan menunjukkan antusiasme saat menjajal fitur pencarian kosakata serta kuis interaktif. Salah satu siswa, Nikolas, menyampaikan bahwa kamus tersebut bermanfaat bagi generasi muda dan mendorong pembelajaran bersama dengan teman sebaya. Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan juara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kota Makassar Tahun 2026 tingkat SD dan SMP yang membawakan komedi tunggal berbahasa Makassar.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Wali Kota Makassar, Sekretaris Badan Bahasa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan kebudayaan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, komunitas pelestari bahasa daerah, Duta Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, kepala sekolah, guru, dan pelajar.
Aplikasi Kamus Digital Bahasa Makassar kini dapat diakses oleh publik melalui laman resmi https://basasulselwiki.org/DictionaryHome. Melalui gerakan ini, Kemendikdasmen berkomitmen untuk memastikan pelestarian bahasa daerah terintegrasi secara nyata dalam sistem pendidikan dan kehidupan masyarakat luas.(*)

