ATAMBUA, The East Indonesia – Aparat gabungan dari Satgas Penyelundupan, Kodim 1605/Belu, dan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pakaian bekas (RB) asal Timor Leste di wilayah perbatasan Indonesia pada Kamis malam (12/3/2026).
Aksi penggagalan ini berlangsung di Dusun Aisik Aisaben, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, sekitar pukul 22.30 WITA.
Sebanyak 28 karung pakaian bekas ilegal yang coba dimasukkan melalui “jalur tikus” di wilayah Pos Damar berhasil diamankan petugas.
Untuk diketahui bahwa saat ini, Pakaian bekas yang diselundupkan dari Timor Leste ke Indonesia terdapat dua modus yakni dikemas dalam bentuk ballpres (bal besar) atau dikemas dalam karung-karung berukuran besar.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 22:00 WITA, saat aparat TNI menerima informasi mengenai adanya aktivitas penyelundupan pakaian bekas di wilayah tanggung jawab Pos Damar Kompi 1.
Merespons laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi yang dimaksud.
Setibanya di lokasi pada pukul 22.30 WITA, petugas awalnya menemukan tumpukan barang bukti sebanyak 14 karung pakaian bekas. Tak berhenti di situ, personel TNI kemudian melakukan penyisiran intensif di area sekitar guna memastikan tidak ada barang lain yang disembunyikan.
Hasilnya, tim kembali menemukan 2 karung pakaian bekas tambahan. Penyisiran yang terus berlanjut akhirnya membuahkan hasil total dengan ditemukannya lagi 12 karung pakaian, sehingga keseluruhan barang bukti berjumlah 28 karung.
Saat ini, seluruh barang bukti pakaian bekas tersebut telah diamankan di Pos Damar Silawan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Barang tersebut ternyata milik dua orang wanita separuh baya yang diduga pelaku penyelundupan yang tinggal di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur.
Keberhasilan ini menegaskan komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara serta mengawasi ketat jalur-jalur ilegal guna mencegah masuknya barang-barang terlarang yang merugikan ekonomi nasional di wilayah perbatasan RI-RDTL.(Rony)


