ATAMBUA, The East Indonesia – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) melalui PLBN Motaain mengambil langkah proaktif menghadapi lonjakan perlintasan pada libur keagamaan 2026.
Dalam rakor bersama CIQS (Imigrasi, Bea Cukai, Karantina) dan aparat keamanan (TNI/Polri/BNN) di Aula Utama PLBN Motaain, Jumat (13/3/2026), disepakati penyesuaian jam operasional demi pelayanan yang tertib.
Langkah ini diambil agar arus orang dan barang tetap tertib meski di tengah suasana hari besar keagamaan.
Berikut adalah poin penting penyesuaian waktunya:
* Idulfitri 1447 H (Sekitar 20-21 Maret): Pelayanan baru akan dibuka siang hari, mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WITA (atau 14.00 – 18.00 waktu Timor Leste).
* Jumat Agung (3 April): Pelayanan berlangsung pagi hari, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA (atau 09.00 – 13.00 waktu Timor Leste).
Kepala Administrator Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP saat dikonfirmasi, Senin, 16 Maret 2026 mengatakan bahwa meski ada pembatasan jam operasional, PLBN Motaain tetap membuka pintu untuk kondisi darurat.
“Kami pastikan perlintasan darurat—orang sakit, jenazah, pejabat negara—tetap dilayani lewat koordinasi lintas sektoral yang siaga di lokasi,” pungkasnya.
Fatima Rika juga menyampaikan bahwa guna memastikan semua berjalan mulus, sebuah Posko Pengamanan Bersama akan didirikan.
“Seluruh petugas juga diwajibkan mengikuti apel gabungan di gerbang masuk pada pagi hari dan gerbang keluar pada sore hari. Selain itu, data perlintasan dari tim Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina akan dilaporkan setiap hari paling lambat jam 6 sore agar aktivitas di perbatasan terpantau secara real-time,” pintanya.
Kepala Administrator Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain ini menyatakan bahwa dengan persiapan ini, diharapkan perayaan hari besar di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste tetap khidmat tanpa kendala mobilitas yang berarti. (Ronny)

