ATAMBUA, The East Indonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua melaksanakan kegiatan bakti sosial bersih lingkungan secara serentak pada Selasa (17/03).
Aksi ini menindaklanjuti arahan Kepala Kantor Wilayah Kemenimipas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, guna memastikan seluruh Lapas/Rutan Se-Nusa Tenggara Timur bersinergi dalam mewujudkan lingkungan kerja yang asri. Kegiatan yang melibatkan Petugas, Peserta Magang Batch II dan Warga Binaan tersebut sekaligus menyukseskan rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata Pelayanan Prima”.
Aksi bersih-bersih yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA ini berfokus pada pembersihan area internal seperti blok hunian, ruang kunjungan, ruang kunjungan, dapur, hingga area branggang yang merupakan bagian vital dalam sistem pengamanan perimeter. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban melalui pengawasan melekat oleh Petugas Pemasyarakatan.
Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Bambang Hendra Setyawan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan asri.
“Kebersihan lingkungan dinilai menjadi fondasi utama dalam memberikan pelayanan yang maksimal, baik bagi masyarakat yang berkunjung maupun bagi warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Upaya ini selaras dengan instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk mengedepankan kerja nyata demi mencapai pelayanan publik yang PRIMA. Semangat gotong royong menjadi bukti bahwa insan pemasyarakatan di perbatasan siap memberikan kontribusi positif bagi organisasi melalui budaya hidup bersih ini,” tutur Hendra.
Senada dengan hal tersebut, Jeremias Gusmao selaku koordinator kegiatan, menjelaskan Selain untuk menciptakan suasana kantor yang asri dan sehat, bakti sosial ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan kerja antar petugas, peserta magang dan warga binaan.
“Bakti sosial ini adalah ruang bagi kami untuk memperkuat sinergi. Di sini, petugas, peserta magang, hingga warga binaan melebur dalam semangat gotong royong, membuktikan bahwa lingkungan yang asri dan sehat adalah tanggung jawab kolektif demi pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Gusmao.
Antusiasme serupa terpancar dari wajah para Warga Binaan yang turut andil dalam aksi gotong royong tersebut. Salah seorang perwakilan warga binaan, Dedy Bahan mengungkapkan bahwa momentum menyambut HBP ke-62 ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi positif bagi lingkungan Lapas.
“Kami sangat senang bisa ikut serta lagi dalam memeriahkan HBP. Dengan lingkungan kamar dan blok yang bersih, kami merasa lebih nyaman dan sehat,” ungkapnya.
Melalui momentum HBP ke-62 ini, diharapkan semangat kebersamaan antara seluruh petugas, persta magang serta warga binaan terus terjaga, sekaligus menjadi refleksi bagi seluruh insan Pemasyarakatan untuk terus berbakti, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan bangsa.(Rony)


