Terkait Kasus Pelecehan Seksual, DPD Gelar RDP Ke Dwijendra

164

DENPASAR – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna memberikan dukungan moral kepada Para guru dan Siswa-siswi se-SMA Dwijendra Denpasar dalam kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru kepada muridnya. Karena itu, senator Bali ini melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para guru dan siswa-siswi se-SMA Dwijendra yang digelar pada, Kamis (29/3) di Aula Yayasan Dwijendra.

Menurutnya, rapat dengar pendapat yang dicanangkan tersebut sesungguhnya sebagai bentuk kepedulian DPD Bali untuk langkah penyelamatan yayasan, para guru, dan siswa-siswi yang sedang mengalami musiba. “Dwijendra inikan aset Bali, sekolah tua jugakan dan jangan dengan satu kejadian ini masayarakat itu menganggap negatif. Karena kita juga harus menjaga anak-anak dan guru-guru yang lain,” ujarnya.

Baca juga :  Tarik Wisman, Belitung Diusulkan Jadi Geopark Dunia

Dia menjelaskan, tidak adanya perhatian pemerintah dalam menanggapi aspirasi masyarakat membuat dirinya harus turun langsung untuk menjawapi tuntutan masyarakat. “Selama ini belum ada pejabat di Provinsi yang turun langsung dan (Pemerintah) kota Depasar juga. Sehingga atas aspirasi masyarakat saya turun, DPD turun,” ujarnya.

Menurutnya, DPD berupaya untuk tetap mempertahankan keberadaan sekolah Dwijendra sebagai sekolah ramah anak dan Denpasar sebagai kota ramah anak. “Yang penting Bali tidak dicederai dengan kasus ini (pelecehan seksual) saya rasa perlu waktu untuk memperbaiki ini,” ujarnya.

DPD juga mendesak para guru untuk menggali lebih jauh terkait informasi kasus ini. Hal ini untuk mengetahui dengan persis kasus tersebut sebagi bahan persiapan apa bila dipanggil pihak sekolah dipanggil untuk memberikan kesaksian dalam persidangan di pengadilan nantinya. “Investigasi lebih jauh ya khususnya guru BK. Karena dari pengakuan guru BK tadi ketika kita tanya pengakuannya tidak ada peroses itu (investigasi). Bagaimana sekolah mau membantu kalau tidak ada informasi,” ujarnya.

Baca juga :  Ditangani Sejak Februari 2020 Oleh Polres Belu, DPRD Belu Pertanyakan Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Maek Bako

Laporan: Saverinus Suryanto

Facebook Comments

About Post Author