ATAMBUA, The East Indonesia – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu yang baru dilantik memimpin BPBD Belu pada 22 Desember 2025 lalu ini, sukses meraih predikat Juara 1 (satu) dalam Senior Disaster Management Training (SDMT) Angkatan III Tahun 2026.
Sebanyak 68 Kepala Pelaksana BPBD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh penjuru Indonesia mengikuti Senior Disaster Management Training (SDMT) Angkatan III Tahun 2026 tersebut.
Keberhasilan drg. Maria Ansilla meraih peringkat pertama membuktikan ketajaman analisa dan kematangan kepemimpinannya di atas panggung nasional.
Prestasi gemilang ini dipastikan akan memperkuat kapasitas manajerial dan mempertajam pengambilan keputusan strategis di internal BPBD Kabupaten Belu dalam hal Penanggulangan Bencana.
Dengan nakhoda yang teruji di tingkat nasional, kesiapsiagaan dan respons penanggulangan bencana di Kabupaten Belu kini berada di tangan yang sangat tepat.
Penghargaan bergengsi pun diberikan langsung oleh Kepala Pusdiklat BNPB, Dr. Kheriawan Khair yang ditanda tangani oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., pada penutupan diklat di Balai Diklat BNPB Citeureup Bogor.
Pelatihan strategis ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama 12 hari, terhitung sejak tanggal 4 hingga 16 Mei 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Diketahui Kompetisi dan pelatihan ini bertujuan utama untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta manajerial para pucuk pimpinan penanggulangan bencana daerah.
Melalui program ini, para pimpinan diharapkan siap memegang komando penuh dan mengambil keputusan taktis secara cepat saat krisis terjadi.
Selama masa pelatihan intensif tersebut, drg. Maria Ansilla bersama peserta lainnya dibekali materi komprehensif dan simulasi praktik nyata.
Fokus utama pembelajaran meliputi penguatan sistem penanggulangan bencana nasional, manajemen kepemimpinan saat krisis (crisis leadership), pengelolaan informasi, komunikasi publik, hingga manajemen logistik dan peralatan darurat.
Tidak hanya teori, para peserta juga diuji melalui evaluasi studi kasus bencana nyata di masa lalu serta praktik simulasi lapangan berupa Gladi Posko.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty yang dihubungi media ini melalui telepon selular, Sabtu, 16 Mei 2026 membenarkan hal tersebut.
Beliau langsung mendedikasikan prestasi ini untuk memperkuat solidaritas dan kapasitas tim di lapangan, sehingga sistem komando dan penanggulangan bencana di Kabupaten Belu berjalan lebih taktis.
drg. Ansilla Mutty juga berkomitmen untuk langsung menerapkan wawasan dan strategi manajemen bencana skala nasional yang didapatkan dari Pusdiklat PB BNPB ke dalam program kerja daerah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap jabatan yang dipercayakan kepadanya.
Ibu dokter Ansilla juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Belu yang sudah mengizinkan dan mendukung kegiatan SDMT tersebut. (Ronny)


