Kunjungan Presiden IMF Memperkuat Pemerintah Indonesia Perangi Sampah Plastik

125

Denpasar, Theeast.co.id –Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Kamis pagi (5/7) mengunjungi Bali. Lokasinya berada di Nusa Dua Bali, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan beberapa venue lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Jim Yong Kim ditemani langsug oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Paginya, rombongan meninjau persiapan di lokasi pertemuan yakni di kawasan Nusa Dua Bali terutama di Bali Nusa Dua Conventin Center (BNDCC), Bali International Convention Center (BICC) dan beberapa hotel lainya yang akan dijadikan kantor selama pertemuan IMF.

Menurut rencana, Jumat (6/7), rombongan akan mengunjungi Taman Hutan Rakyat (Tahura) Mangrov Bali yang berdekatan dengan pengelohan TPA Suwung Denpasar Selatan.

Menurut Luhut Pandjaitan, kunjungan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim ke Indonesia kali ini diharapkan dapat memperkuat komitmen pemerintah dengan partisipasi seluruh masyarakat Indonesia dalam memerangi sampah plastik. 

Baca juga :  Pelaku Pariwisata Bali Diminta Implementasikan 4 Pergub Yang Berhubungan Dengan Pariwisata

“Khusus untuk kunjungan Presiden Kim ke Bali pada hari Kamis dan Jumat besok, kami akan membahas apa saja, dan rencana kami untuk bisa mengurangi 70 persen sampah plastik pada tahun 2025 nanti. Presiden Kim juga akan kami undang untuk mengunjungi Balai Pengelolaan Hutan Mangrove besok, dan melakukan diskusi roundtable tentang sampah dan penanganannya dengan beberapa Menteri, seperti Menteri Keuangan, Menteri PUPR, dan Menteri Desa akan diajak,” ujar Menko Maritim.

Menurut Luhut, Bali dan Indonesia itu serius dengan penanganan sampah plastik.
“Sampah ini masalah serius, untuk menanganinya membutuhkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pemerintah sedang mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai penanganan sampah nasional. Jika sudah ada Perpres, kita akan ajukan anggaran untuk program ini dalam rancangan perubahan APBN 2018,” jelasnya. 

Baca juga :  TNI AL Siap “All Out” Amankan Pelaksanaan IMF

Bank Dunia sendiri saat ini akan menjalankan proyek Dana Perwalian Kemaritiman Indonesia (Indonesia Oceans Multi Donor Trust Fund) yang memberikan dukungan strategis terhadap seluruh Agenda Kelautan Indonesia. Dukungan yang diberikan antara lain mendukung perbaikan terhadap perencanaan, koordinasi, kebijakan dan pendanaan strategi kelautan Indonesia. Kedua, mendukung upaya pengurangan limbah plastik yang diwujudkan dalam Rencana Aksi Nasional Pengurangan Sampah Plastik.

Ketiga, mendukung ketahanan daerah pesisir dan sumber daya laut. Dana Perwalian ini dikelola oleh Bank Dunia, yang merupakan dana hibah dari Norwegia dan Denmark, masing-masing berjumlah US$1.4 juta dan US$ 875 ribu. Dana ini bertujuan menciptakn sinergi dengan program sejenis lainnya di bawah Bank Dunia dan mitra pembangunan lainnya, termasuk dalam meningkatkan pengelolaan sampah di berbagai kota di Indonesia. 

Selain itu badan ini juga menjalankan Proyek Pengelolaan Sampah Padat Bank Dunia (National Municipal Solid Waste Management Project) yaitu memberikan dukungan kepada Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam melaksanakan program pengelolaan sampah senilai US$1.2 milyar yang sebagian besar akan didanai oleh pemerintah pusat dan daerah. Program ini diharapkan dapat menarik investasi pihak swasta senilai US$1.5 milyar.

Baca juga :  Bali Siapkan 60 Hotel Karantina Untuk PMI/ PPLN

Pada program yang akan berlangsung selama enam tahun ini, diharapkan sekitar 30 kota di Indonesia dapat mencapai sistem pemungutan, pengelolaan dan pembuangan sampah yang lebih baik, dan secara keseluruhan dapat mengurangi jumlah sampah yang mengalir ke laut, khususnya sampah plastik.

GWK juga ditinjau karena merupakan salah satu venue perhelatan akbar Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang akan digelar di Bali, Oktober mendatang. (Axelle Dhae)

Facebook Comments