Pastika Minta Semua Siswa Ditampung

103
Gubernur Bali Mangku Pastika (doc. Tribun Bali)

Denpasar, Theeast.co.id–Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta kepada seluruh sekolah yang ada di Bali agar menampung semua siswa yang tamat SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA atau SMK. Menurut Pastika, dengan alasan apa pun, seluruh siswa harus ditampung dan semua sekolah harus mengupaya hal tersebut.

“Jangan sampai karena alasan regulasi dalam penerimaan siswa baru, ada anak Bali yang tidak sekolah. Entah itu zonasi, entah itu prestasi akademik, non akademik, jalur miskin dan sebagainya, tidak boleh ada siswa yang tidak tertampung. Bagaimana caranya, yang terpenting tidak melanggar aturan dan tidak mengabaikan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan dan seterusnya. Jangan sampai ada anak Bali yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena regulasi. Itu yang sangat tida kita harapkan,” ujarnya di Denpasar, Minggu (8/7).

Baca juga :  Gubernur Bali Beri Pemahaman ke Dewan Soal Stagnasi PAD

Menurut Pastika, apa pun sistemnya harus bisa mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan. Sementara yang terjadi selama ini menunjukkan siswa yang berasal dari keluarga miskin justeru sekolah di sekolah swasta. Sementara banyak sekolah negeri hanya menampung orang kaya atau dari keluarga mampu.

“Kalau kita berbicara keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, maka idealnya orang miskin mendapat prioritas untuk mendapatkan sekolah di sekolah yang murah tetapi berkualitas. Mereka sudah pasti hidupnya pas-pasan, fasilitas belajar seadanya, dan mungkin gizinya tidak memenuhi standar. Sekolah negeri itu dibiayai uang negara, tetapi banyak orang miskin yang tidak mendapat tempat di dalamnya. Jadi jelas, uang negara sebagian besar dinikmati orang kaya di sektor pendidikan. Sementara siswa dari keluarga miskin harus sekolah di sekolah mahal, yang seringkali fasilitas seadanya. Yang miskin akan semakin miskin dan yang kaya akan semakin kaya,” ujarnya.

Baca juga :  Koster: Kasus Positif Meningkat di Bali karena Petugas Giat Mencari

Terkait dengan kuota penerimaan siswa baru di berbagai jalur, Pastika meminta agar secepatnya menggunakan seluruh sumber daya yang ada, asalkan semua siswa tertampung.

Ia mencermati beberapa persoalan yang dihadapi sekolah selama ini seperti jumlah Rombongan Belajar (Rombel) yang masih bisa ditambah, ruang kelas yang tidak mencukupi, kuota jalur miskin dan zonasi yang melebihi prosentase dan sebagainya. Itu semua harus diatasi. Sekolah-sekolah bisa menambah Rombel, bisa menambah ruang kelas dan seterusnya tetapi tetap tidak melanggar regulasi.

Pastika juga mencermati masih ada sekolah yang belum memenuhi kuota dan ada banyak sekolah terutama di Kota Denpasar dan Badung yang kelebihan kuota. Seluruh pengambil kebijakan perlu melakukan berbagai upaya agar bisa diatasi semua.

Baca juga :  Cegah Hoax Dan Hate Speech Di Perbatasan NKRI, CIS Timor Gelar Diskusi Publik

Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta meminta agar Gubernur Bali segera mengeluarkan peraturan gubernur untuk menerapkan regulasi penerimaan siswa baru yang sudah ada. Jalur non akademik misalnya, terutama siswa yang telah berkontribusi pada pesta kesenian Bali, jalur prestasi, zonasi, dan keluarga miskin perlu mendapatkan legalitasnya melalui Pergub agar tidak menyalahi aturan yang ada.

“Kita minta agar semua persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan melalui Pergub. Jangan sampai ada yang tercecer. Tujuan kita sama agar semua siswa Bali tertampung,” ujarnya. (Axelle Dhae)

Facebook Comments

About Post Author