Kapolda Tegaskan Pejabat Bank Dunia Meninggal karena Murni Tenggelam

144

Denpasar,Theeast.co.id–Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menegaskan bahwa salah satu staf Bank Dunia bernama Aakansha Pande (38) memang benar-benar meninggal di Bali. Namun Kapolda menegaskan, korban memang mati karena tenggelam, bukan yang lain. “Matinya karena tenggelam dan bukan disebabkan oleh hal lainnya,” ujarnya di Denpasar, Senin (23/7). Bahkan, Kapolda juga membantah jika yang bersangkutan bukan seorang pejabat senior bank dunia melainkan hanya staf biasa dan memang meninggal karena tenggelam. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang yang disebut sebagai pejabat Bank Dunia bernama Aakansha Pande (38) ditemukan tewas meregang nyawa di Pantai Seminyak Bali pada Sabtu (21/7). Korban diketahui merupakan salah satu Senior Economist World Bank berkebangsaan USA dan tinggal di Yordania. Korban meregang nyawa usai mandi di Pantai Seminyak tepatnya di depan Capil Beach Cafe pada Sabtu (21/7) sekitar pukul 17.10 Wita. Setelah dicek, korban ternyata mandi di tempat yang tidak biasanya yakni tempat yang menjadi larangan bagi para wisatawan.

Baca juga :  Sekda Dewa Indra Pantau Vaksinasi Covid 19 di Klinik Pratama Warmadewa

Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, saat itu korban tengah berenang dengan suaminya Ziad Haider di lokasi yang dilarang. Korban sempat dilarang oleh petugas Balawista setempat untuk tidak berenang di lokasi tersebut. Namun karena korban melawan maka terjadilah kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Sesaat setelah kejadian, petugas mengantar ke RS Siloam dengan menggunakan ambulance Balawista setempat. Saat itu korban mengenakan bikini warna biru berenang dengan suaminya. Keduanya sudah diperingatkan oleh petugas namun tetap saja melanggar. Pasangan tersebut sebenarnya telah diingatkan 2 kali. Pertama saat diingatkan korban memberikan tanda oke melalui tangannya dan keduanya menepi. Tak lama kemudian keduanya menuju ke tengah pantai lagi hingga terjadi kejadian nahas tersebut. “Suaminya bisa diselamatkan. Keduanya diselamatkan oleh pengunjung yang sedang surfing. Suaminya shock saat itu. Karena ternyata istrinya tidak selamat,” terang warga bernama Ipel.

Baca juga :  Kapolda: Jika Ada Sengketa Pers, Koordinasikan dengan SMSI Bali

Sementara itu keterangan dari dr. Kristya yang saat itu bertugas jaga di RS Siloam mengatakan bahwa korban diantar oleh petugas Balawista Kabupaten Badung dan menginformasikan bahwa pasien tersebut telah tenggelam di Pantai Double Six Seminyak. Selanjutnya saksi langsung melaksanakan pengecekan terhadap kondisi pasien berupa cek respon, cek denyut nadi pasien dan nafas serta dilakukan rekam jantung. Namun pasien sudah dalam keadaan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Kemudian dokter menyarankan agar jenasah tersebut dikirim ke RS Sanglah untuk dilakukan otopsi. Namun pada saat itu suami korban menolaknya. Selanjutnya pihak RS Siloam menghubungi Team RS AD dalam pengurusan jenasah korban. Pada pukul 22.30 wita datang ambulance Antar Bangsa selanjutnya jenasah tersebut langsung diserah terimakan untuk proses berikutnya menuju ke penitipan jenasah RS Sanglah Denpasar. (Remi)

Facebook Comments