Puan Maharani Pimpin Pawai Obor di Kuta Bali

169

Denpasar,Theeast.co.id — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memimpin langsung perarakan api obor Asian Games saat memasuki Provinsi Bali, Senin (23/7). Dalam prosesi di Bali, Puan Maharani sendiri membawa api obor memasuki Pantai Kuta. Setelah memasuki Pantai Kuta, api obor Asian Games diterima oleh atlit surfing Hamish Daud. Setelah meneirma api obor tersebut, Hamish Daud langsung membawa api obor ke laut di Pantai Kuta sambil surfing. Usia surfing, api obor kembali diserahkan ke Menko Puan untuk selanjutnya diserahkan ke Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pastika akhirnya menyalakan api obor di Pantai Kuta.

Gubernur Bali dalam arahannya mengatakan, Bali itu harus menjadi spirit Indonesia melalui api yang dibawa langsung dari India. Bali mudah dikenal di dunia ternasuk negara-negara peserta Asian Games yang akan berlaga Agustus nanti. “Bali siap mempromosikan Asian Games ke seluruh dunia. Api itu juga menjadi spirit perjuangan para atlit Indonesia yang akan berlaga di Asian Games nanti,” ujarnya. Pastika meminta agar selama berada di Bali selama dua hari, masyarakat harus ikut berpartisiapasi untuk mensosialisasikan event olah raga terbesar di Asia tersebut.

Baca juga :  Terima Kunjungan Kadet AAL, Danlanal Banyuwangi Berikan Semangat dan Ajak Olahraga Bersama

Sementara itu Menko Puan Maharani mengatakan, Indonesia menjadi tuan rumah kedua kalinya setelah tahun 1962 lalu pernah menjadi tuan rumah. Saat itu, Presiden Soekarno langsung membangun Stadion Gelora Bung Karno demi kepentingan Asian Games. Sebagai tuan rumah kali kedua ini, Indonesia perlu mempersiapkan event olah raga terbesar di Asia itu dengan sebaik-baiknya. Hal ini cukup beralasan karena Indonesia akan didatangi oleh 16 ribu peserta dari 45 negara di Asia nanti. Mereka akan memenuhi Jakarta dan Palembang untuk mengikuti pesta olah raga tersebut.

Untuk itu ia meminta agar Asian Games kali harus disosialisasikan secara meluas karena akan disaksikan oleh sekitar 6 miliar pasangan mata dari 45 negara yang ada. Ini kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan berbagai sumber daya yang ada ke 45 negara di dunia. “Itulah sebabnya, di setiap daerah yang dilalui oleh api obor, kami selalu mempromosikan pariwisata, budaya, kuliner dan UKM. Inilah nilai jual dari Asian Games yang sebenarnya. Indonesia jangan sampai ketinggalan dengan negara-negara lain di Asia, termasuk di bidang olah raga,” ujarnya.

Baca juga :  Dandim Tangerang Monitoring Kepulangan PMI dari Madrid

Obor Asian Games tiba di Pelabuhan Gilimanuk pada 23 Juli 2018 yang dilanjutkan menuju Pantai Kuta kemudian ke Kerobokan lanjut ke Tanah Lot, Kabupaten Tabanan.
Kemudian bergerak menuju Istana Tampak Siring, Kabupaten Gianyar dan bermalam di tempat tersebut. Keesokan harisnya, yakni Selasa tanggal 24 Juli, pawai obor Asian Games menuju Kota Denpasar melewati Subak Sembung yang ada di Denpasar Utara, lalu bergerak menuju Kota Denpasar untuk selanjutnya menuju Bajra Sandi Renon, Denpasar. Setelah kegiatan di Bajra Sandi Renon, pawai obor Asian Games 2018 menuju ke GWK sekaligus bermalam disana.
Pawai obor Asian Games berakhir di Bali, pada 25 Juli 2018, dimana akan bergerak menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk melanjutkan perjalanan ke Lombok, NTB. (Axelle Dhae)

Facebook Comments