Denpasar, Theeast.co.id – Peringatan hari buruh yang jatuh pada 1 Mei setiap tahunnya dilakukan di beberapa titik di Bali. Beragam aksi dan kegiatan dilakukan di Bali, mulai dengan aksi berunjukrasa hingga senam zumba. Titik pertama dilakukan aksi di Renon Denpasar. Mereka berasal dari Gerakan Buruh Bali Bersatu. Kelompok ini memulai aksinya dari Parkir Timur Lapangan Renon dan melakukan long march ke depan Kantor Gubernur Bali. Saat tiba di depan Kantor Gubernur Bali mereka melakukan orasi dan aski teatrikal.
Kelompok yang berasal dari berbagai elemen masyarakat ini mengulas soal situasi umum buruh di Indonesia saat ini yang masih memprihatinkan. Beberapa di antaranya adalah mendapat upah yang rendah, apalagi dengan adanya PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan hampir setiap tahun upah buruh naik hanya sekitar 8%. Rendahnya upah yang diterima buruh berbanding terbalik dengan terus meningkatnya harga kebutuhan pokok rakyat yang semakin mencekik. Sementara itu skema Labour Market Flexibility berupa kontrak jangka pendek, outsorcing dan pemagangan terus dijalankan dan dilanggengkan. Di Bali selain system kerja kontrak, outsorching , system kerja Buruh Harian Lepas atau Daily Worker sedang marak diberlakukan di perusahaan Melalui system kerja tersebut, sehingga klas buruh semakin kehilangan hak kepastian kerja dan kesejahteraanya. Selain tidak ada kepastian kerja, suara-suara atas hak buruh di perusahaan dikekang dan diberangus melalui ancaman PHK dan pemberangusan serikat buruh / union busting , seperti halnya yang menimpa buruh di Hotel W Seminyak di Kuta. Padahal hak untuk menyampaikan pendapat dan mendirikan serikat buruh sudah di atur dan dijamin oleh peraturan dan undang-undang di Indonesia. Kemudian diskriminasi upah dan perlakuan pelecehan juga kerap terjadi khsusunya menimpa para buruh perempuan.
Sementara untuk di Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar mengajak para pekerja bersuka cita dengan menggelar zumba hingga pembagian berbagai doorprize di Lapangan Lumintang Denpasar. Kegiatan yang digelar diikuti ribuan pekerja dari 55 perusahaan di Kota Denpasar, yang mana setiap perusahaan mengirimkan sekitar 20 orang karyawan. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, Kodim 1611/Badung, Polresta Denpasar serta karyawan perusahaan-perusahaan di Kota Denpasar.
Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara mengatakan perayaan ini selain bergembira juga sekaligus merenung. Dalam perenungan melakukan evaluasi apa yang perlu ditingkatkan sehingga kedepan dapat memberikan dampak yang positif bagi perusahaan ataupun bagi pekerja. Dengan demikian pekerja bisa memperoleh kualitas yang lebih baik dan bisa memperoleh kebahagiaan. “Melalui perayaan ini kita bersama- sama bersuka cita sambil merenung melakukan evaluasi apa yang perlu ditingkatkan terkait kualitas dan kuantitas pekerja. Dari hasil perenungan dikeluarkan sebuah regulasi sehingga buruh bisa meningkatkan kualitas sebagai pekerja,” katanya.
Dikatakan Rai Iswara, melalui perayaan yang dipusatkan di Lapangan Lumintang ini, mengajak seluruh elemen masyarakat dalam hal ini pekerja untuk bergembira bersama serta bersilahturahmi sesama pekerja.
“Tolak ukur perayaan ini tidak harus turun ke jalan teriak-teriak tetapi dengan bergembira sambil silahturahmi dengan para pekerja lain. Dengan kebahagian tentu mencerminkan kesejahteraan bagi semua,” katanya.
Sementara Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi didampingi Ketua Panitia, Putu Eka Juliarta mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya, dimana untuk tahun ini peringatan May Day diisi dengan kegiatan sedikit berbeda yakni dengan berzumba dan pembagian puluhan doorprize.
“Kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan apresiasi kepada pekerja walaupun hari libur. Kita mohon waktunya setengah hari untuk kita ajak bergembira. Kami ingin memfasilitasi, memberikan apresiasi kepada para pekerja karena mereka juga butuh support,” ujarnya.
Dan pada momentum May Day ini, merupakan ajang silahturahmi antara para pekerja di setiap perusahaan. Disamping itu, pada kegiatan itu juga pihaknya memberikan award (penghargaan) kepada lima perusahaan yang hubungan industrialnya dinilai bagus. Adapun penerima penghargaan tersebut yakni BPD Bali, PT. Karya Dewata Abadi, PT. Federal International Finace, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT. Arpan Bali Utama.
“Melalui pemberian award ini diharapkan sebagai contoh untuk perusahaan lainnya. Adapun kriteria penilaian seperti punya perjanjian kerja bersama, upah yang diberikan sesuai UMK, BPJS ketenagakerjaanya bagus dan lainnya,” ujar Anom Suradi. (Axelle Dae)


