Saturday, April 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Sasar Tiga Desa di Kintamani, Ketua TP PKK Bali Dorong Kesadaran Kesehatan dan Pengelolaan Sampah

BANGLI, The East Indonesia – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi yang menyasar tiga desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (24/4). Tiga desa tersebut yakni Desa Pinggan, Desa Sukawana, dan Desa Kintamani.

Kegiatan ini menitikberatkan pada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya kaum ibu, terkait kesehatan keluarga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa peran ibu rumah tangga sangat strategis dalam menjaga kesehatan keluarga, termasuk dalam merawat hewan peliharaan. Ia mengingatkan agar anjing peliharaan dirawat dengan baik dan rutin divaksinasi guna mencegah penyebaran penyakit, khususnya rabies.

“Jika terjadi kasus gigitan anjing, masyarakat harus segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mendorong kader PKK untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan warga di sekitarnya. Ia mencontohkan adanya warga di Banjar Paketan, Desa Sukawana, yang mengalami xerosis cutis atau kondisi kulit kering, yang kini telah diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis dengan dukungan Dinas Kesehatan dan rumah sakit terkait.

Di sisi lain, Ny. Putri Koster menyoroti meningkatnya populasi lalat di wilayah Kintamani yang dinilai berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta memperbaiki pola pengelolaan sampah.

“Lalat bisa menjadi pembawa bakteri. Karena itu, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dalam hal pengelolaan sampah, ia kembali menegaskan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik, menurutnya, dapat diolah langsung dari rumah tangga, pasar, sekolah, hingga tempat ibadah. Sementara sampah anorganik dipilah menjadi sampah daur ulang yang dapat dikelola di TPS3R dan sampah residu yang ditangani menggunakan mesin insinerator.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, mengingatkan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam mengawal pola asuh anak pada masa emas pertumbuhan, yakni usia 0–5 tahun.

Ia mengimbau agar orang tua membatasi penggunaan telepon genggam pada anak-anak karena dapat berdampak pada kesehatan serta membentuk kebiasaan yang kurang baik di masa depan.

“Pola asuh yang tepat akan menentukan kualitas generasi ke depan. Mari kita lebih bijak dalam mendampingi anak,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ny. Putri Koster juga menekankan pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau demonstrasi memasak olahan pangan lokal dalam program Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Desa Kintamani.

Sebagai bagian dari aksi sosial, TP PKK Provinsi Bali juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di setiap lokasi kegiatan, berupa beras sebanyak 6.000 kilogram, telur 400 krat atau 12.000 butir, serta 400 kotak susu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader PKK dapat menjadi motor penggerak perubahan di tingkat desa sekaligus menjadi teladan dalam penerapan pola hidup sehat dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.(*)

Popular Articles