Tahun 2020, Bali Akan Operasikan Rumah Sakit Layanan Kanker

Denpasar, Theeast.co.id – Direktur Utama Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) Bagus Darmayasa optimis jika tahun 2020 nantinya, RSBM akan melayani pasien kanker secara profesional, dengan SDM yang profesional dan standar peralatan yang berkualitas. Optimisme itu didasari dengan dimulainya pembangunan Unit Pelayanan Kanker Terpadu di UPTD RSBM yang berlokasi di wilayah pariwisata Sanur Bali. “Seperti yang masyarakat lihat saat ini. Pembangunan gedung Unit Pelayanan Kanker Terpadu sudah dilakukan. Tahun depan kalau tidak ada halangan yang berarti, sudah bisa beroperasi dengan peralatan yang berkualitas, dengan tenaga medis atau dokter yang profesional di bidangnya,” ujarnya di Denpasar, Rabu (15/5). Ia mengatakan, peletakan batu pertama sudah dilakukan pada Selasa (14/5), langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, dihadiri langsung oleh seluruh OPD terkait. Setelah peletakan batu pertama, maka pembangunan akan dikebut sedemikian rupa agar operasional pelayana pasien kanker terpadu segera direalisasikan.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, layanan ini akan menjadi nilai lebih untuk RSUD Bali Mandara, yang juga dapat dinikmati masyarakat Bali yang sudah tercover JKN-KBS sekaligus menjadi pelaksanaan salah satu program prioritas visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di bidang kesehatan. Peletakan batu pertama ini juga dihadiri anggota DPRD Bali I Nyoman Parta, Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, dan jajaran kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali mulai membangun layanan kanker terpadu seluas 4.170 m2 yang terdiri dari bunker untuk radioterapi, kemudian lantai satu tempat untuk poliklinik, lantai dua untuk layanan laboratorium dan lantai tiga untuk kedokteran nuklir. “Nanti di sini adalah layanan terpadu mulai dari radiodiagnostik, radioterapi, kemoterapi dan kedokteran nuklir,” kata dr Suarjaya. Ia menambahkan, sesuai dengan kontrak pembangunan unit layanan kanker terpadu ini direncanakan selesai tanggal 1 Desember 2019. Unit Pelayanan Kanker yang dibangun dengan dana APBD Provinsi Bali ini akan dilengkapi dengan alat-alat kedokteran nuklir dan radioterapi seperti linier accelerator, MRI, dan alat-alat untuk layanan kanker lainnya. “Kami berharap awal tahun 2020 layanan kanker ini sudah dapat melayani masyarakat, khususnya yang mengalami penyakit kanker,” ujarnya. Menurut dr Suarjaya, anggaran untuk bangunan fisik sebesar Rp52,364 miliar. Sementara pengadaan alat medis tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp53 miliar dan berlanjut tahun 2020 sebesar Rp50 miliar lebih. “Tetapi dengan peralatan yang sekarang (tahun ini,-red) kita beli, astungkara awal 2020 kita sudah bisa melayani kasus-kasus kanker,” kata Suarjaya. (Axell Dae)

Facebook Comments