Anggota Bawaslu RI Lakukan Rapat Kerja Teknis di Kabupaten Belu

Anggota Bawaslu RI Lakukan Rapat Kerja Teknis di Kabupaten Belu/theeast.co.id

Anggota Bawaslu RI Lakukan Rapat Kerja Teknis di Kabupaten Belu/theeast.co.id

BAWASLU. Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia Koordinator divisi penindakan, Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH melakukan Rapat Kerja Teknis bersama anggota Bawaslu Kecamatan Kabupaten Belu, di Aula Hotel Matahari Atambua, Kamis (15/10/2020). Foto : Rony.

ATAMBUA, The East Indonesia – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia Koordinator divisi penindakan, Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH melakukan Rapat Kerja Teknis bersama anggota Bawaslu Kecamatan Kabupaten Belu, di Aula Hotel Matahari Atambua, Kamis (15/10/2020).

Pada tatap muka dalam Rapat Kerja Teknis Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 tersebut Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Petalolo bersama tim didampingi Ketua Bawaslu Propinsi NTT, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU dan Ketua Bawaslu serta Komisioner Kabupaten Belu.

Dalam rapat kerja teknis itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Belu, Andreas Parera, S.Fil melaporkan penanganan pelanggaran pemilu kepada anggota Bawaslu RI, DR. Ratna Dewi Pettalolo.

Dijelaskan bahwa pelanggaran terbanyak adalah dugaan keterlibatan ASN dalam politik. Buktinya, sebelum penetapan pasangan calon, Bawaslu sudah memroses 14 pelanggaran terkait dengan keterlibatan ASN. Dari 14 pelanggaran ini, sembilannya adalah keterlibatan camat sedangkan selebihnya pejabat ASN lainnya serta kepala desa.

Selama masa kampanye, Bawaslu baru memproses satu orang ASN yang terlibat dan dua kepala desa.

Diterangkan pula bahwa peserta Pilkada Kabupaten Belu ada dua pasangan calon yakni, paket Sahabat dan Sehati. Karena hanya dua paket, polarisasi masyarakat pemilih juga sangat kuat sehingga berpotensi terjadi kerawanan.

“Karena kita di Belu hanya dua pasangan calon jadi titik kerawanan tinggi. Polarisasi masyarakat pemilih sangat kuat sehingga berpotensi terjadi kerawanan”, kata Andre.

Meski demikian, Bawaslu Belu sudah sangat siap melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran dalam Pilkada Belu 2020 sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Bawaslu Belu terus berupaya menekan pelanggaran dengan  mengedepankan mekanisme pencegahan. Bila mekanisme ini tidak diindahkan maka dilakukan penindakan.

Kata Andre, Bawaslu Belu bersama jajarannya merasa gembira dan bahagia atas kunjungan dari anggota Bawaslu RI di Kabupaten Belu. Moment ini memberikan semangat dan motivasi bagi Bawaslu dalam melanjutkan perjuangan pengwasan Pilkada Belu ke depannya.

“Belu gembira, belu berbahagia karena Ibu Ratna Dewi hadir bersama kita hari ini. Inilah kondisi kami di belu, daerah perbatasan. Semoga kehadiran Ibu hari ini memberikan semangat dan penguatan kepada kami dalam melanjutkan perjuangan-perjuangan pengawasan kami ke depan”, ucap Andre disambut tepuk tangan dari undangan.

Anggota Bawaslu RI, DR. Ratna Dewi Pettalolo di awal sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Belu atas penyambutan yang luar biasa mulai dari bandara hingga di tempat kegiatan.

Ratna mengaku, melakukan perjalan di masa pandemi Covid-19 ini banyak rasa khawatir seperti yang ia rasa saat di dalam pesawat. Akan tetapi, ketika tiba di Belu, hampir saja rasa khawatir itu tidak ada.

“Ini sejarah perjalan pertama saya ke NTT dan perjalanan pertama di masa pandemi Covid-19. Ketika di pesawat, ada saja rasa khawatir apalagi penerapan protokol kesehatan ketat. Tapi saat saya tiba di Belu tadi, saya tidak merasa khawatir lagi”, ujarnya sambil tersenyum dan dibalas tepuk tangan dari undangan.

Pada kesempatan itu, Ratna memberikan apresiasi dan salut kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu yang sangat disiplin menjaga kesehatan dan menerapkan protokol Covid-19 sehingga sampai saat ini Belu tetap zona hijau. (Ronny)

Facebook Comments