Buleleng Siap Melaksanakan Vaksinasi tahap Pertama

2

SINGARAJA, The East Indonesia – Kabupaten Buleleng saat ini telah siap untuk melaksanakan vaksinasi covid-19 tahap pertama, karena vaksin tersebut akan segera tiba di Buleleng. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng yang juga selaku Sekda Buleleng, gede Suyasa, Senin (25/1) sore.

Suyasa mengatakan, Buleleng mendapatkan jatah vaksin covid-19 sebanyak 7.440 vial. Semua vaksin tersebut akan diambil langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng ke tempat penyimpanan vaksin milik Pemerintah Provinsi Bali pada Selasa 26 Januari esok. Vaksin tersebut akan dibawa ke Buleleng dengan mengikuti prosedur tetap yang sudah ditetapkan oleh Kepolisian Daerah Bali. ” Tadi sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan sesuai dengan protap oleh Polda Bali atas dasar surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali,” ujar Suyasa.

Suyasa juga menjelaskan vaksin nantinya akan disimpan di Depok farmasi Dinas Kesehatan Buleleng yang bertempat di Jalan Serma Karma, Des Bakti Sraga singaraja. Sejumlah vaksin akan langsung disebar ke masing-masing puskesmas atau fasilitas kesehatan yang memiliki cold chain. ” Sebanyak 4000 vial akan disimpan, sisanya akan disebar ke puskesmas atau fasilitas kesehatan yang memiliki cold chian atau tempat penyimpanan vaksin.” imbuhnya.

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama rencananya akan dilaksanakan pada hari Rabu 27 Januari mendatang di puskesmas. Rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang melakukan vaksinasi dan tidak memiliki clod chain akan mengambil vaksin di Depo Farmasi pagi harinya, untuk keperluan vaksinasi pada hari tersebut. Untuk daftar penerima vaksin saat ini sedang dalam proses validasi karena data penerima vaksin harus mengikuti kreteria yang ketat.

Selain nakes, Suyasa memaparkan ada pejabatyang akan divaksinasi. Untuk jumlahnya sebanyak sepuluh orang. Daftar penerima vaksin dari pejabat juga harus mengikuti kreteria ketat takni dengan rentan usia 18 tahun hingga 59 tahun dan tanpa memiliki komorbid berat. Menurut Suyasa, selain pejabat di lingkungan Forkominda, akan ada tokoh masyarakat yanga menerima vaksin pada tahap pertama ini. ” Penerima vaksin selain Forkominda, ada juga tokoh adat atau tokoh masyarakat akan divaksinasi juga karena sebagai perwakilan masyarakat.” ungkapnya.

Penulis|Wismaya|Editor|Chris

Facebook Comments