Seminggu Sakit, Satu Tersangka Kasus Hibah Pariwisata Langsung Ditahan

5

SINGARAJA, The East Indonesia – Setelah satu minggu beralasan sakit, satu tersangka dalam kasus hibah pariwisata langsung ditahan tim penyidik Kejari Buleleng, Senin (22/2) sore. Tersangka Nyoman GG ditahan setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih enam jam dari tim penyidik Kejari Buleleng.

Tersangka Nyoman GG datang ke Kejari Buleleng sekitar Pukul 08.00 Wita dengan didampingi Kuasa Hukumnya. Tersangka Nyoman GG langsung menuju ruang penyidik. Setelah beberapa jam diperiksa, tim penyidik memanggil dokter dari Puskesmas untuk mengecek kesehatan tersangka sebelum dilakukan penahanan. Tepat pukul 14.30 Wita tersangka Nyoman GG selaku Kabid di Dinas Pariwisata Buleleng langsung digiring menuju mobil tahanan. Tersangka menggunakan rompi oranye dengan tangan diborgol dibawa ke sel tahanan Mapolres Buleleng seperti empat tersangka Pria lainnya yang terlebih dahulu ditahan.

Kasi Pidsus Kejari Buleleng, I Wayan Genip mengatakan penahanan dilakukan setelah seminggu tersangka tidak menjalani pemeriksaan seperti tujuh tersangka lainnya karena alasan sakit. Namun setelah dinyatakan sehat oleh dokter, tersangka Nyoman GG langsung dilakukan pemeriksaan dan diitahan oleh tim penyidik. “Kita lakukan penahanan seperti tujuh tersangka lainnya yang sebelumnya sudah diperiksa. Tersangka kita titipkan di sel tahanan Mapolres Buleleng,” ungkapnya.

Ada beberapa pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik seputar perannya sebagai Kabid di Dinas Pariwisata dalam kasus hibah pariwisata. Dan juga tersangka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya. “ Kami memperoleh keterangan dari tersangka terkait perannya dalam melakukan rapat terkait pembagian uang dari dana hibah tersebut, dan nanti akan dikembangkan,” imbuhnya.

Hingga saat ini pihak Kejari Buleleng telah mengumpulkan uang sebesar Rp. 520 juta lebih yang berhasil disita dari tangan delapan tersangka termasuk vendor dan juga saksi-saksi. Masih banyak uang yang belum terkumpul terutama dari staf di Dinas Pariwisata yang nilainya mencapai puluhan juta. “ Bagi yang belum mengembalikan uang yang bukan menjadi haknya agar segera mengembalikan ke tim penyidik. Saya meminta kepada orang-orang yang merasa menerima uang agar segera mengembalikan,” tutupnya.

Penulis|Wismaya|Editor|Chris

Facebook Comments