Demi Kemanusiaan, Jaringan Internet Tetap Hidup Saat Nyepi Tahun 2021

312
Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana. FOTO - IST.

Denpasar, The East Indonesia – Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, dalam perayaan Nyepi tahun 2021 kali ini, jaringan internet tetap dihidupkan di Bali. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana jaringan internet dimatikan.

“Demi alasan kemanusiaan, maka Nyepi kali ini, jaringan internet tetap dihidupkan. Situasinya memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana jaringan internet dimatikan,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (13/3/2021).

Secara umum ia menyebut beberapa alasan kemanusian yang sangat membutuhkan jaringan internet. Pertama, para dokter dan perawat yang harus bekerja keras di tengah pandemi Covid19.

“Saat Nyepi nanti, tidak semua dokter harus masuk kerja. Para dokter sebagiannya harus bekerja dari rumah. Makanya mereka butuh jaringan internet untuk pantau, laporan perkembangan dan berbagai kebutuhan informasi yang berhubungan dengan Penanggulangan Covid19. Ini semua butuh jaringan internet,” urainya.

Baca juga :  Pemerintah Pusat Beri Bantuan 29 Unit Rumah Layak Huni Bagi Warga Belu Batas RI-RDTL

Kedua, saat ini banyak warga yang masih dalam proses isolasi mulai dari provinsi hingga ke tingkat kecamatan di seluruh Bali. Di tengah ketertekanan Covid19, warga yang sedang dalam proses isolasi butuh jaringan internet untuk berhubungan dengan keluarga atau kebutuhan lainnya. “Kalau jaringan internet dimatikan mereka bisa tambah sakit, bisa tambah stres. Sebab tidak ada siaran TV, tidak ada siaran radio dan seterusnya,” ujarnya. Sementara untuk fasilitas penting lainnya, jaringan tetap hidup sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Rektor Institut Hindu Darma Negeri (IHDN) Bali tersebut, sekalipun jaringan internet tetap dihidupkan namun ia mengajak kepada seluruh warga Bali baik yang Hindu maupun non Hindu agar tidak memposting, merekam, mempublikasikan hal-hal yang berhubungan dengan SARA, memprovokasi, memancing kekeruhan, memancing konflik dan sebagainya.

Baca juga :  Dandim Magelang Pimpin Upacara Gelar Pasukan PAM Presiden RI

“Jangan sampai ini disalahgunakan dan dijadikan bahan pancingan konflik sosial. Hendaklah menggunakan hal-hal positif di dalam jaringan internet,” ujarnya. Dalam konteks Nyepi, bagi warga Hindu sebaiknya tidak menggunakan internet untuk tempat pelarian, mencari hiburan murah dan sejenisnya. Nyepi harus menjadi moment refleksi dalam suasana doa dan keheningan.***

Editor – Axelle Dhae

Facebook Comments

About Post Author