Tim Pushidrosal dan Kemenlu RI Laksanakan Sosialisasi Perkembangan Status Perbatasan Maritim RI kepada Taruna-Taruni AAL di Bumi Moro Surabaya

33
SOSIALISASI. Pushidrosal dan Ditjen HPI Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan program sosialisasi perkembangan batas maritim dalam rangka melaksanakan public diplomacy, kepada seluruh Taruna-TaruniAkademi Angkatan Laut (AAL) pada hari Sabtu 10 April 2021 di Gedung Maspardi Kesatrian AAL Bumimoro, Surabaya. Foto : Tim

SURABAYA, The East Indonesia – Pushidrosal dan Ditjen HPI Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan program sosialisasi perkembangan batas maritim dalam rangka melaksanakan public diplomacy, kepada seluruh Taruna-TaruniAkademi Angkatan Laut (AAL) pada hari Sabtu 10 April 2021 di Gedung Maspardi Kesatrian AAL Bumimoro, Surabaya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh, 227 Taruna TK III, II dan I dari berbagai korps, hadir mengikuti pelaksanaan sosialisasi perkembangan batas maritim RI negara tetangga dengan menghadirkan dua narasumber utama yaitu Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu, Bebeb A.K.N. Djudjunan SH, LLM dan Aspamkersamtas Danpushidrosal, Kolonel Laut (E) Dr. Yanuar Handwiono, S.H., M.Sc.Gubernur AAL Laksda TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr (Han) dalam amanatnya yang dibacakan oleh Seklem AAL menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para narasumber atas kesediaannya hadir untuk menyampaikan sosialisasi tentang batas maritim RI dengan negara tetangga kepada seluruh taruna.

Baca juga :  Serma Sukaryono Hadiri Pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Program API Di BLK Tulungagung

Dalam sambutannya, Gubernur AAL juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan yang luas kepada seluruh taruna/taruni sebagai calon-calon pemimpin TNI AL masa depan, tentang aturan-aturan dan hukum yang berlaku mengenai batas wilayah maritim RI dengan negara tetangga, yang merupakan bekal utama dalam melaksanakan penugasan sebagai perwira di masa mendatang nantinya. Pejabat Utama AAL yang turut hadir pada kesempatan tersebut antara lain, Sekretaris Lembaga AAL, Laksma TNI Yoos Suryono Hadi, M.Tr (Han)., M.Tr. Opsla, Danmen AAL, Kolonel Laut (P) Arief Budiman, M.Tr.Opsla, Kadeppel AAL Letkol Laut (P) Dodi Hermanto, M.Tr.Hanla, beberapa Perwira Pengasuh Taruna lainnya.

Sementara itu narasumber pertama dari Kemenlu menyampaikan materi mulai dari Deklarasi Juanda (13 Desember 1957), Hukum Laut Kontemporer (UNCLOS), Batas Maritim Indonesia, Penegakan Hukum di wilayah Laut Indonesia, Status perundingan batas maritim Indonesia dengan negara tetangga, Prioritas politik Luar negeri RI. Kemudian membahas juga tentang Prinsip penegakan hukum di laut, Instansi penegak hukum Indonesia di Laut, Pelanggaran kedaulatan vs Hukum, Insiden Pelanggaran Kedaulatan, 11 Wilayah pengelolaan Perikanan RI dan sebagainya.

Baca juga :  Cegah Virus Corona, US dan UN di Belu Ditunda

Sedangkan nara sumber kedua dari Pushidrosal mengawali penyampaian dengan menjelaskan tentang peran Pushidrosal dalam Penetapan Batas Maritim NKRI, fungsi ganda organisasi Pushidrosal dalam mendukung pembangunan nasional, serta dukungan data fungsi militer, pengembangan maupun penyelenggaraan peta elektronik, publikasi navigasi pelayaran, kelembagaan hidrogafi nasional, diplomasi maritim bidang hidrografi dan fungsi pelayanan publik. Selain itu juga disampaikan tentang cakupan kemampuan survei dan pemetaan, serta standar pelaksanaan survei dan pemetaan dari seluruh produk publikasi hidro-oseanografi Pushidrosal. Pada kesempatan yang sama juga disampaikan tentang Peta Batas Maritim maupun peta Titik Dasar yang telah diterbitkan oleh Pushidrosal untuk dapat digunakan sebagai referensi dalam perencanaan berbagai kegiatan maritim maupun dalam mendukung pelaksanaan gelar operasi unsur penegakan hukum di wilayah perairan yurisdiksi nasional.

Baca juga :  Koarmada II Ikuti Penyusunan Naskah Latihan di Kodiklatal

Sebelum acara ditutup oleh Seklem AAL yang mewakili Gubernur AAL, dilaksanakan sesi tanya jawab dimana tim sosialisasi memberikan 10 cinderamata dari Pushidrosal kepada Taruna yang mengajukan 10 pertanyaan terbaik pada sesi diskusi dengan kedua nara sumber, dimana sebelumnya pada Sesi Penyerahan Cendera mata, Ketua Tim Pushidrosal menyerahkan 10 buah buku intisari Perkembangan Perbatasan Maritim RI dengan negara Tetangga untuk perpustakaan AAL dan dilanjutkan penyerahan cenderamata atas nama Komandan Pushidrosal Kepada Gubernur dan Perwakilan Pejabat Utama AAL yang hadir dalam acara tersebut.(red/tim).

Facebook Comments