Diduga Mantan Oknum Aparat Desa Mauhitas di Belu Gelapkan Dana Stunting TA 2020

161
FOTO : Diduga Mantan Oknum Aparat Desa Mauhitas di Belu Gelapkan Dana Stunting TA 2020.(Tim).

ATAMBUA, The East Indonesia – Diduga salah satu mantan aparat Desa Mauhitas, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan negara RI-RDTL menggelapkan dana penanganan stunting pada Tahun Anggaran 2020.

Oknum aparat Desa Mauhitas yang saat itu menjabat sebagai PLT Sekertaris Desa dengan inisial SL tersebut diduga menggelapkan dana stunting sebesar belasan jutaan rupiah.

Hal ini terungkap dari pengakuan salah satu perangkat desa ketika ditemui awak media di Kantor Desa Mahuitas, Rabu (07/07/2021).

Menurut perangkat desa tersebut, banyak masyarakat yang mengadukan soal pengelolaan dana Stunting bagi 12 anak di desa Mahuitas pada tahun 2020 lalu.

Pasalnya, pada Tahun Anggaran 2020 itu anggaran Stunting sebesar Rp. 16.785.000 itu langsung dikelola oleh SL yang saat itu menjabat sebagai PLT Sekretaris Desa Mahuitas.

Dijelaskan bahwa dalam rencananya, dana tersebut akan dibagi dalam 24 kali pertemuan dengan total belanja per pertemuannya sebesar Rp. 650.000 yang artinya, bila ada 24 kali pertemuan, maka total biaya belanja seluruhnya sebesar Rp. 15.600.000.

Baca juga :  Hina Rakyat, Anggota Gerindra di DPRD Belu Terbukti Bersalah. Ini Vonis Hakim!

Mirisnya, selama Tahun Anggaran tersebut hanya dilakukan 15 kali pertemuan. Lebih parah lagi dari 15 kali pertemuan itu ternyata anggaran yang dikeluarkan hanya sebesar Rp. 2.232.000 saja sehingga selisih antara total anggaran stunting dan biaya yang digunakan ada sekitar Rp. 13.368.000 yang diduga digelapkan oleh mantan oknum aparat Desa Mauhitas tersebut.

Dugaan uang tersebut digelapkan diperjelas lagi dengan pelaporan akhir Tahun 2020 yang lalu yang diterangkan bahawa dana Stunting Desa Mahuitas sebesar Rp. 15.600.000 telah terealisasi 100 persen atau dana tersebut telah sepenuhnya digunakan.

Salah satu perangkat desa yang ditemui awak media ini juga mengaku bahwa hal tersebut sudah ditanyakan dalam beberapa kali pertemuan oleh masyarakat dan perangkat Pemerintahan Desa Mahuitas. Namun pertanyaan ini dianggap sebagai sebuah candaan dari masyarakat.

Baca juga :  Pelaku Penganiayaan Petugas Parkir Restoran La Brisa Ditangkap Polisi

“Setiap kali saya tanya, baik dalam pertemuan di kantor desa maupun di Musrembangdes, tapi mereka anggap saya ini main-main. Loh… Ini kan program dari Presiden Jokowi untuk mengurangi stanting di Indonesia. Jadi jangan anggap main-main,” ungkapnya.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh salah satu perangkat desa tersebut, Kader Posyandu Sinar Melati Bora Desa Mauhitas pun mengungkapkan bahwa pertemuan hanya dilakukan sebanyak 15 kali pada tahun 2020 silam.

Dirinya bahwa menunjukkan catatan pertemuan yang mereka lakukan beserta jumlah uang belanja yang diberikan oleh PLT Sekretaris Desa Mahuitas kepadanya.

“Ini ada catatannya. Selama lima kali pertemuan, total uang belanja yang dia (PLT Sekdes, red) kasih ke saya hanya Rp 744.000 saja. Kami hanya buat 15 kali pertemuan di tahun 2020 lalu. Total semua uang belanja sebesar Rp 2.232.000,” ujarnya sembari membuka dan menunjukkan catatan belanjanya.

Baca juga :  Polda Bali Umumkan : Pelaku Kejahatan Berhenti Atau Ditembak

Mantan PLT Sekdes Mahuitas, SL yang ditemui awak media ini di Kantor Desa Mahuitas mengaku tidak ada permasalahan dengan dana Stunting di desa tersebut.

“Kalau dana Stunting tidak ada masalah. Anggarannya sudah habis terpakai untuk 24 kali pertemuan”.

Ketika ditanya lagi soal jumlah pertemuan, Siprianus bersih keras mengatakan bahwa pertemuan dilakukan sebanyak 24 kali bukan 15 kali.

“Kita sudah buat pertemuannya sebanyak 24 kali. Kalau ada yang bilang 15 kali itu tipu,” tandasnya. (Ronny)

Facebook Comments