Tekan Angka Kematian lbu dan Bayi, Wakil Bupati Belu Minta Kerjasama Semua Pihak

8
FOTO : Kegiatan Audit Maternal Perinatal Surveilance and Response (AMP-SR) dan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Matahari Atambua ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Belu, Drs Aloysius Haleserens, MM, Jumat (19/11/2021).(tim)

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Belu terus melakukan upaya penurunan angkat kematian ibu dan anak. Salah satunya melalui Audit Maternal Perinatal Surveilance and Response (AMP-SR) dan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN).

AMP-SR merupakan serangkaian kegiatan berkelanjutan dan sistematik untuk
menyediakan informasi, pelaporan kematian, melakukan audit dan memberikan arah tentang intervensi kematian ibu dan bayi.

Salah satu output dari kegiatan AMP-SR adalah tersedianya rekomendasi untuk perbaikan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan melibatkan berbagai sektor.

Sementara MPDN (Maternal Perinatal Death Notification) adalah sebuah aplikasi yang di gunakan untuk mempermudah pelaporan kematian ibu dan bayi dengan menggunakan jejaring internet maupun smartphone.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Matahari Atambua ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Belu, Drs Aloysius Haleserens, MM, Jumat (19/11/2021).

Baca juga :  Gubernur Koster Luncurkan Uji Coba Angkutan Shuttle Bus Listrik

Kegiatan Diseminasi hasil AMP-SR merupakan kerjasama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan dukungan program Momentum USAID.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Tim Pengkaji Eksternal, dr. Laurens David Paulus SPOGK (onk) dan Plt. Kadis Kesehatan Kab. Belu, Siprianus Mali, S.IP, Senior Project Manager Momentum Cluster Timor, Para Pimpinan OPD, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Belu, Para Direktur Rumah Sakit se-kabupaten Belu, Kepala BPJS Cabang Atambua, Para Kepala Puskesmas, serta Perwakilan Profesi Kesehatan.

Wakil Bupati Belu dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa RPJMN dan RPJMD didalamnya terdapat indikator kesehatan yang salah satunya adalah menurunkan angka kematian lbu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Baca juga :  Kasdim 0403/OKU Hadiri Apel Gelar Pasukan Ops Keselamatan Musi 2019

“Ada indikasi kuat bahwa kematian ibu dan bayi dari tahun ke tahun cenderung trendnya naik yang dilaporkan oleh tim surveilance sehingga harus diturunkan,” ungkap Wabup Belu.

Lanjutnya, penyebab kematian ibu dan bayi yang dilaporkan tim audit harus ditindak lanjuti dengan intervensi- – intervensi baik dari instansi Pemerintah maupun stakeholder lainnya sehingga AKI dan AKB dapat ditekan.

FOTO : Kegiatan Audit Maternal Perinatal Surveilance and Response (AMP-SR) dan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Matahari Atambua ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Belu, Drs Aloysius Haleserens, MM, Jumat (19/11/2021).(tim)

“Menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi bukan hanya tugas tenaga kesehatan, namun tugas dan tanggung jawab kita semuanya,” tandas Alo Haleserens.

Wabup Belu juga menyampaikan bahwa jika AKI dan AKB tidak diperhatikan secara serius maka pada titik tertentu akan terjadi lost generation.

“Kita harus tingkatkan kesehatan ibu dan anak, Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi, Gizi Masyarakat, Pengendalian Penyakit, memperkuat sistim kesehatan seperti Germas, Pengendalian Obat dan Makanan dan lain sebagainya yang harus kita lakukan sehingga fokus untuk menurunkan angka kematian Ibu dan Anak bisa terwujud,” jelasnya.

Baca juga :  Sekda Buleleng Pantau Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun, Percepat Herd Immunity

Ditekankan bahwa menurunkan AKI dan AKB perlu dilakukan dengan pendekatar pada keluarga yaitu dengan pendekatan holistic komprehensif yang sifatnya menyeluruh dan seluruh aspek kehidupan dapat dijadikan pendekatan.

“Kesehatan lbu dan Bayi harus mendapat perhatian lebih karena yang diinginkan adalah kualitas dan diharapkan kualitas kesehatan kita dari waktu ke waktu harus meningkat Ketika kualitas keluarga meningkat, kualitas lingkungan meningkat, kulitas lokal, kecamatan meningkat maka kualitas Kabupaten dan secara Nasional semuanya akan meningkat” tutur Wabup Alo Haleserens.

Penulis – Rony|Editor – Christovao

Facebook Comments