Kabag Pemerintahan Cs Jadi Tersangka Kejari Belu

70
FOTO : Kasi Intel Kejari Belu, Budi Raharjo, SH.(tim)

ATAMBUA, The East Indonesia – Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Malaka, Rocus Gonsales Funay Seran bersama 2 orang lainnya resmi diserahterimakan sebagai tersangka di Kejaksaan Negeri Belu, Jumat (26/11/2021).

Kabag Pemerintahan Kabupaten Malaka Cs ini diserahkan sebagai tersangka bersama Barang Bukti (BB) dalam kasus pengeroyokan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Malaka, Hieronimus Vincentius Seran atau akrab disapa Roni Seran.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Belu melalui Kasi Intelnya, Budi Raharjo, SH kepada awak media The East Indonesia, Jumat (26/11/2021).

“Hari ini kami telah menerima tersangka dan barang bukti dari Polres Malaka perkara alternatif 170 ayat 1 juncto pasal 351 ayat 1 juncto 55,” pungkasnya.

Lanjutnya, “para tersangka ini atas nama Rocus, Albertus dan Yohanes. Jadi kami sudah melakukan penelitian tersangka dan barang bukti, sudah memeriksa semua dan pada intinya mereka mengakui juga, menyesali juga tapi nanti tetap diproses ke persidangan.”

Ketiga tersangka itu diancam hukuman 5 tahun keatas untuk pasal 170 dan 2,8 tahun untuk pasal 351.

Namun dijelaskan bahwa para tersangka tidak ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Belu karena beberapa pertimbangan dengan disertakan permohonan untuk tidak ditahan oleh para Pelaku.

Baca juga :  Sempat Kabur, Ayah Dari Bayi Kembar yang Dibuang di Denpasar Akhirnya Ditangkap Polisi

Rocus meminta untuk tidak ditahan karena saat ini bertugas sebagai ASN di Malaka, Yohanes sebagai seorang guru di Malaka dan Albertus sebagai tulang punggung keluarga.

“Dalam hal ini pasal 351 ini kan pengecualian bisa ditahan namun kewajiban kami juga menyampaikan dan kewajiban mereka juga mengajukan surat permohonan untuk tidak ditahan. Dalam hal itu mereka menyampaikan isi-isi alasan mereka untuk tidak ditahan. Rocus beraktivitas sebagai PNS di Malaka beralasan dibutuhkan di dinas setempat. Sementara Yohanes sebagai guru masih dibutuhkan di sekolah untuk kegiatan belajar mengajar dan Albertus sebagai tulang punggung keluarga karena orang tuanya sudah tua dia harus menjaganya. Ada dasar permohonan dari mereka kita ajukan ke Pak Kajari dan disetujui,” tutur Kasi Intel Kejari Belu.

Sementara terkait barang bukti berupa salah satu mobil dinas Pemda Malaka yang hanya digunakan para pelaku pergi ke rumah korban, dilakukan pinjam pakai oleh Pemda Malaka.

“Barang bukti mobilnya dilakukan pinjam pakai oleh Pemda Malaka,” tandas Budi Raharjo.

Pihak Kejaksaan Negeri Belu juga memastikan bahwa kasus tersebut akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Belu sehingga dalam 1 sampai 2 minggu kedepan akan dimulai sidang kasus tersebut.

“Kita akan segera melimpahkan ke Pengadilan untuk dilakukan persidangan dalam 1 sampai 2 minggu kedepan. Kita sesuaikan dengan waktu penahanan di Kejaksaan yang selama 20 hari,” ujar Budi Raharjo.

Baca juga :  Langgar UU Keimigrasian, Warga Asal Ukraina Dideportasi

Kasi Intel Kejari Belu juga menjelaskan kronologis kejadian yang berawal dari tuduhan oleh korban kepada salah satu pelaku yang memiliki hubungan dengan seorang perempuan dan memuat di media sosial.

Tidak puas dengan tuduhan itu maka para pelaku pun mendatangi korban dirumahnya untuk meminta klarifikasi dan terjadilah pengeroyokan.

“Kronologis nya ada satu pelaku dituduh sama korban memiliki hubungan spesial dengan salah satu oknum perempuan di medsos. Kemudian screenshootnya dikirim oleh perempuan itu ke salah satu pelaku.
Kebetulan ada pelaku ini masih keluarga dengan korban maka para pelaku pun mengunjungi rumah korban. Sebelum ke rumah korban, pelaku melakukan telpon terlebih dahulu ke istri korban dan mengatakan keberadaan korban di rumahnya. Kejadian pun berlanjut ke hingga pengeroyokan terhadap korban di rumahnya,” urai Budi Raharjo.

Untuk diketahui berdasarkan informasi yang didapat media ini, dengan mengenderai mobil dinas dengan nomor polisi DH 9003 WJ, para pelaku tiba di rumah korban beralamat di Translok Blok D Desa Harekakae Kecamatan Malaka Tengah.

Rocus, cs kemudian menyerang dan menerobos masuk rumah korban sampai kamar tidur dan menganiaya korban, Jumat (24/09/21) sekitar pukul 17. 20 Wita.

Baca juga :  Kapolres Belu Janji Akan Sidak Pangkalan Minyak Tanah “Nakal”

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka robek pada batang hidung bagian kanan. Pengerokan terjadi karena postingan whatsApp yang diunggah akun fb bernama angkyko AD Mondolang yang isinya Ista, mo tanya saja, ada dengar cerita lu selingkuh dengan Rokus, betulkah?.

Anggota keluarga korban berinisial SI yang ditemui para pelaku di salah satu kamar bagian belakang sempat ditanyakan keberadaan korban. “Ada tidur,” kata RS mengutip pernyataan SI saat menjawab para pelaku.

Tanpa seizin penghuni rumah, Rocus, cs memeriksa kamar-kamar rumah itu dan menemukan korban sementara tidur. Korban kaget ketika para pelaku sudah menerobos masuk dalam kamar keluarga. Saat itu, sempat terjadi adu mulut dan korban sempat dipukul Rokus, cs.

Lalu, korban dibawa ke ruang tamu dan diinterogasi. Saat itu, korban masih sempat dipukul pelaku lain, sehingga wajahnya mengalami luka memar dan luka robek pada pangkal hidung bagian kanan dan mengeluarkan darah. Atas kejadian ini korban sudah diperiksa atas LP : 66/IX/2021/SPKT/Polres Malaka/Polda NTT tertanggal 25 September 2021.

Penulis – Rony|Editor – Christovao

Facebook Comments