La Nina mengancam, Bupati Instruksikan Semua Pihak Sigap

40
FOTO : Kegiatan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Antisipasi Potensi Dampak La Nina, di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Selasa (30/11). (tim)

SINGARAJA, The East Indonesia – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menginstruksikan semua pihak terkait penanganan bencana di Kabupaten Buleleng untuk sigap membantu masyarakat dalam mengantisipasi dampak La Nina. Masyarakat pun diharapkan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan akan potensi dampak bencana.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kapolres Buleleng pada Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Antisipasi Potensi Dampak La Nina, di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, Selasa (30/11).

Dalam sambutannya, Bupati Suradnyana menyampaikan bahwa kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan akan ada peningkatan curah hujan akibat fenomena alam La Nina. Diperkirakan, curah hujan akan meningkat 20 hingga 70 persen pada November hingga Desember 2021 dan Januari hingga Februari 2022. Demikian, diharapkan semua pihak untuk berwaspada dan melakukan langkah antisipasi

Baca juga :  Amien Rais: Saya Sedikit Agak Layak Jadi Capres

“Dengan topografi “nyegara gunung”, kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung, angin kencang, banjir, tanah longsor dan banjir bandang. Semuanya harus sigap dan waspada” ucap Suradnyana

Lebih lanjut, Suradnyana mengingatkan agar setiap stakeholder mengingat dan belajar dari pengalaman. Dimana pada awal tahun 2017 lalu Longsor dan Banjir menimpa Kabupaten Buleleng dan menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian bagi warga masyarakat. ” kita perlu waspada dan mengantisipasi kejadian bencana alam dengan siklus lima tahunan. Apalagi sudah ada peringatan BMKG curah hujan akan meningkat hingga 70 persen”, ujarnya.

Langkah-langkah kesiapsiagaan dan antisipasi potensi dampak La Nina di Kabupaten Buleleng yang diharapkan dilakukan pihak-pihak terkait diantaranya memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air sehingga siap untuk mengantisipasi curah hujan tinggi, pemangkasan dahan maupun ranting pohon yang rapuh. “Saya juga meminta kepada seluruh stakeholders baik pemerintah daerah, forkopimda, masyarakat, dunia usaha, serta media massa untuk bergandengan tangan, bersiap-siaga terhadap segala kemungkinan terjadinya bencana alam di kabupaten buleleng.” Imbuhnya.

Baca juga :  Karya Bakti Bersama Masyarakat Pasca Banjir Bandang.

Suradnyana menekankan, bahwa semua pihak harus menumbuhkan kesadaran bahwa mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Semua harus digencarkan melalui sosialisasi yang intens dan masif ” . kita yakin dan percaya, bahwa dengan kewaspadaan dan mitigasi akan dapat mengurangi dampak dan resiko yang mungkin timbul akibat bencana.” pungkasnya.

Di sisi lain, Kapolres Buleleng AKBP Adrian ditemui usai memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Antisipasi Potensi Dampak La Nina menyebutkan bahwa persiapan sarana dan prasarana telah siap. Personil gabungan dalam antisipasi dampak La Nina diharapkan siap merespon laporan masyarakat.

“Kita siap secara sarana prasarana, material, dan personil, semuanya siap. Nanti pelaksanaannya apabila ada laporan dari masyarakat respon dari personil kami harapkan cepat dan tanggap,” ungkap Andrian.

Baca juga :  TNI AL Koarmada II Bersama Pemkot Malang Siapkan 30.000 Dosis Vaksin Bagi Masyarakat Malang Raya

Penulis – Wismaya|Editor – Christovao

Facebook Comments