Vaksinasi Harus Tuntas, Meski Kebijakan Relaksasi Diberlakukan

19

SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah akan trus memantau perkembangan tren kasus Covid-19 hingga pertengahan Bulan Juni. Meski pemerintah sudah melakukan kebijakan relaksasi, hal ini dikarenakan kasus konfirmasi belum sepenuhnya hilang dan masih saja terjadi walaupun tidak sebanyak tahun kemarin.

“Kita akan menunggu sampai pertengahan Bulan Juni nanti, biasanya kenaikan kasus terjadi setelah 30-35 hari sesudah pemberlakuan kebijakan itu,” ucap Ketut Suwarmawan yang juga selaku Koordinator Bidang Data dan Informasi Covid-19 Kabupaten Buleleng, Senin (30/5).

Ditekankan olehnya, walaupun relaksasi sudah diberlakukan, bukan berarti vaksinasi booster kemudian dikesampingkan, karena kelompok rentan sangat berisiko fatal jika tertular.

“Bagi yang belum booster disarankan untuk terus dilanjutkan, karena bisa memberikan proteksi yang baik untuk tubuh kita, terbukti secara ilmiah kadar antibodinya jauh lebih tinggi dibandingkan yang belum dibooster, ini penting untuk melindungi orang sekitar terutama orang tua kita,” tegasnya.

Baca juga :  Kejar Target, Dinkes dan TNI/Polri Kembali Buka Gerai Vaksinasi

Dijelaskan Suwarmawan, rencananya Menteri Kesehatan (Menkes) akan kembali melakukan uji sero survei di sejumlah wilayah Indonesia. Analisis tersebut menjadi tolak ukur pertimbangan pemerintah untuk melakukan pelonggaran ke depan.

Sementara itu, terkait perkembangan penanganan harian kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng hari ini nihil konfirmasi baru. Sehingga tercatat masih ada 1 orang saja yang masih dalam perawatan.***

Penulis – Wismaya

Facebook Comments