Sepuluh Band Lokal Buleleng Tampilkan Seni Musik Bernuansa Cagar Budaya

33
Peserta lomba cipta lagu cagar budaya. Foto : Ist

SINGARAJA, The East Indonesia – Ajang kreatifitas seni musik generasi muda yang dibalut dalam konsep cagar budaya menjadi daya tarik tersendiri dalam mengenalkan tradisi warisan sejarah khususnya di Kabupaten Buleleng.

Melalui lomba cipta lagu cagar budaya yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, 10 group band lokal asal Buleleng saling unjuk gigi membawakan lagu ciptaannya di hadapan masyarakat bertempat di RTH Bung Karno, Rabu (29/6).

Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra yang hadir pada acara ini berkesempatan untuk membuka lomba cipta lagu cagar budaya. Dalam sambutannya dikatakan, menyikapi kasus Covid-19 di Buleleng yang sudah semakin melandai sehingga kegiatan seperti sekarang ini sudah mulai bisa dilaksanakan.

Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya lomba cipta lagu cagar budaya ini diharapkan mampu untuk melestarikan warisan seni dan kebudayaan khususnya di Buleleng.

Baca juga :  Polres Badung Terjunkan 60 Personil Amankan Temu Wirasa Mantra-Kerta

Sementara itu ditemui di sela-sela kegiatan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika mengungkapkan lomba cipta lagu ini adalah suatu konsep untuk mengenalkan kepada generasi muda dalam mewarisi dan melestarikan budaya.

“Untuk itulah dalam memperingati Bulan Bung Karno kami menyelenggarakan lomba ini. Tujuannya untuk menjaga, mengenali, melestarikan serta mengembangkan seni budaya kita dalam konsep seni cagar budaya,” terangnya.

Kadis Wisandika menjelaskan, hari ini sebanyak 10 group band yang sebelumnya sudah lolos seleksi akan tampil di hadapan dewan juri, di mana hari akan ditentukan pemenangnya untuk kemudian pemenang dari lomba ini akan diberikan apresiasi besok pada acara penutupan Bulan Bung Karno bersama pemenang lomba dari kegiatan sebelumnya.

Baca juga :  Kemenpar Bangun Kerjasama dengan ANRI

Terkait kriteria penilaian, Gede Kurniawan yang selaku juri pada lomba hari ini mengatakan, tahap seleksi karya dari peserta ini sudah pihaknya terima sejak seminggu sebelumnya berupa video hasil karyanya yang pada saat ini dipentaskan secara langsung.

“Hari ini kami ingin lihat pertanggungjawaban langsung atas video yang mereka kirimkan. Agar sesuai dan tidak terlalu jauh dari video yang mereka kirimkan,” jelasnya.

Namun untuk penilaian hari ini ditekankan lebih ke vokal, musikalitas dan penampilannya. “Itu point pentingnya untuk penilaian hari ini dan tetap yang paling utama dinilai adalah karya ciptanya,” imbuhnya.

Lomba cipta lagu cagar budaya ini disambut antusias oleh kelompok musik Purbangkara Ethnic dari Puri Bangkang Buleleng. Salah satu personilnya, Agung Alit Satria Jaya mengatakan, melalui musik ini secara tidak langsung memberi pesan lewat lagu untuk mengajak masyarakat agar senantiasa turut serta melestarikan seni dan cagar budaya.

Baca juga :  Indonesia Jadi Tuan Rumah Pelaksanaan Rabies Risk Assesment Asia Tenggara

Agung Alit berharap, ke depan agar banyak muncul musisi-musisi pada ajang lomba seperti ini. “Saya lihat generasi muda sekarang sungguh luar biasa kemampuannya dalam bermain musik dan seni,” pungkasnya.

Grup band dengan aliran musik ethnic kontemporer yang beranggotakan 8 personil ini akan menampilkan dua buah lagu ciptaan sendiri dengan judul Cagar Budaya Buleleng dan Surya Ring Den Bukit.

Penulis|Wismaya

Facebook Comments

About Post Author