Inovasi Digital dan Pelestarian Budaya, Perpustakaan SMP N 1 Banjar Raih Juara 1 Lomba Perpustakaan DAPD Buleleng

24

SINGARAJA, The East Indonesia  — Dalam persiapan menghadapi akreditasi dan berbagai lomba perpustakaan, Perpustakaan Griya Widya Swara dari SMP N 1 Banjar telah mengembangkan beberapa inovasi penting. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah digitalisasi bahan pustaka menggunakan perpustakaan digital berbasis Google Site. Langkah ini memungkinkan akses yang lebih mudah dan luas bagi para pengguna perpustakaan. Selain itu, program Duta Literasi Berbagi juga diluncurkan untuk menggerakkan literasi di lingkungan sekolah serta menjangkau sekolah-sekolah TK dan SD di sekitar desa Banjar, dengan tujuan memperluas cakupan literasi dan membangun budaya membaca sejak dini.

Kepala Sekolah SMP N 1 Banjar, Siti Aminah, S.Pd., M.Pd., mengkonfirmasi hal ini pada Rabu (26/6). Ia menjelaskan bahwa Perpustakaan Griya Widya Swara telah meraih juara 1 dalam lomba perpustakaan yang diadakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng. Perpustakaan ini juga berperan sebagai pusat pelestarian budaya lokal dengan memajang koleksi gerabah dari candi Buddha di Kalibukbuk serta menyediakan informasi dalam huruf aksara Bali.

“Inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan warisan budaya lokal dan mengenalkannya kepada generasi muda,” tambah Siti Aminah.

Namun, dari penilaian yang telah dilakukan, terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas perpustakaan, seperti menambah jumlah judul buku perpustakaan, bukan hanya fokus pada jumlah eksemplarnya. Upaya ini dapat didukung dengan sumbangan buku dari siswa, alumni, dan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Baca juga :  129 Personil Peserta Pelatihan Dilantik Menjadi Bintara Khusus Babinsa

Selain itu, perpustakaan juga perlu menyediakan sarana komputer berupa PC untuk mendorong pemanfaatan layanan digital yang ada. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan pengguna perpustakaan dapat lebih mudah mengakses bahan pustaka digital dan memanfaatkan layanan online yang disediakan.

Setelah meraih berbagai penghargaan, harapan ke depannya adalah agar Perpustakaan Griya Widya Swara terus berinovasi dan berkembang, serta menjadikan perpustakaan ini sebagai Perpustakaan Rujukan Nasional yang mampu memberikan layanan terbaik dan menjadi contoh bagi perpustakaan lainnya di Indonesia.

“Dengan berbagai inovasi dan perbaikan yang dilakukan, Perpustakaan Griya Widya Swara optimis dapat mencapai tujuan tersebut dan terus memberikan kontribusi positif dalam dunia literasi dan pelestarian budaya lokal,” pungkas Siti Aminah.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng, Made Era Oktarini, S.TP., M.M., mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng tengah menggelar lomba perpustakaan yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 13 Juni 2024. Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari setiap kecamatan dengan total 27 peserta yang terdiri dari perpustakaan tingkat SD, SMP, dan perpustakaan desa. Namun, terdapat dua kecamatan, yakni Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada, yang tidak mengirimkan perwakilan untuk perpustakaan desa.

Baca juga :  Personil Polda Bali Dibantu Perdalam Bahasa Inggris oleh Kedubes Amerika

Penilaian lomba ini dilakukan oleh tim DAPD dengan enam komponen kriteria yaitu koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan, serta komponen penguatan kinerja. Kriteria penilaian ini telah ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Kadis Era menambahkan bahwa latar belakang penyelenggaraan lomba ini adalah untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan di sekolah dan desa yang masih belum optimal. Saat ini, dari 148 desa di Kabupaten Buleleng, hanya 35 desa (sekitar 23 persen) yang memiliki perpustakaan desa, dengan pengelolaan yang masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, dari total 536 sekolah SD dan SMP, sebanyak 464 sekolah (86,56 persen) telah memiliki perpustakaan.

Meski angka tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, akreditasi perpustakaan oleh Perpusnas masih menjadi target utama. “Tahun ini, 15 perpustakaan sekolah dan desa di Kabupaten Buleleng direncanakan untuk diajukan akreditasinya,” ujar Era.

Baca juga :  PembaTIK, Wujud Merdeka Belajar dalam Pemanfaatan TIK untuk Pembelajaran

Harapannya, melalui lomba-lomba seperti ini, minat baca masyarakat dapat meningkat, dimulai dari tingkat desa. Peningkatan minat baca ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Untuk diketahui, hasil juara dari lomba perpustakaan ini adalah sebagai berikut:
Tingkat SD : Juara 1 Perpustakaan Widya Sastra (SD Negeri 3 Gerogak), Juara 2 Perpustakaan Widya Pataka (SD Negeri 1 Kaliasem), Juara 3 Perpustakaan Sastra Geraha (SD Negeri 1 Banyuasri), dan Harapan 1 Perpustakaan Dharma Sastra (SD Negeri 4 Pakisan).

Tingkat SMP : Juara 1 Perpustakaan Griya Widya Swara (SMP Negeri 1 Banjar), Juara 2 Perpustakaan SMP Negeri 1 Tejakula, Juara 3 Perpustakaan Diva Widya Sastra (SMP Negeri 5 Gerogak), dan Harapan 1 Perpustakaan Widya Spentab (SMP Negeri Satap 2).

Tingkat Desa : Juara 1 Perpustakaan Werdi Aksara (Desa Sepang Kelod), Juara 2 Perpustakaan Manyar (Desa Umaanyar), Juara 3 Perpustakaan Bersinar (Desa Tampekan), dan Harapan 1 Perpustakaan Widya Pertiwi (Desa Penyabangan).

Diharapkan inovasi dan upaya peningkatan kualitas perpustakaan terus berlanjut demi mendukung literasi masyarakat dan pelestarian budaya lokal.*Wismaya

Facebook Comments

About Post Author