ATAMBUA, The East Indonesia – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI terus memperkuat ekonomi masyarakat di beranda depan negara.
Bekerja sama dengan BAZNAS, BRI, dan Pertamina Foundation, BNPP RI menggelar kegiatan “Peningkatan Kapasitas SDM Bagi Pengusaha Mikro Sektor Tenun Ikat” dalam pengelolaan potensi Kawasan Perbatasan Darat di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 14 hingga 15 April 2026, bertempat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.
Acara pembukaan yang digelar pada Selasa, 14 April 2026, dibuka secara resmi oleh Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) BNPP RI, Brigjen TNI Topri Daeng Balaw.
Turut hadir Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kab. Belu mewakili Bupati Belu, Jules C.M. Ando, SE; Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR, Eka Budhi Sulistyo; Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP; Manager Program Pemberdayaan dan Inovasi Sosial Energi Pertamina Foundation, Berlit Deddy Setiawan; Senior Manager BRI BRI Pusat, Yudhistira Adi Nugraha, serta perwakilan CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security), unsur TNI-POLRI, dan ibu-ibu pengrajin tenun ikat di Kabupaten Belu.
Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat (PKPD) BNPP RI, Brigjen TNI Topri Daeng Balaw, S.IP, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan mandat Presiden RI yang tertuang dalam Asta Cita keenam, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian para pengrajin tenun agar memiliki keterampilan di atas rata-rata dan motivasi berkarya yang lebih tinggi.
“Kita menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI fokus ke masyarakat yang ada di kawasan perbatasan. Kita ingin supaya perekonomian masyarakat di kawasan Perbatasan ini dapat meningkat dengan salah satu metodenya adalah pemberian pelatihan. Kita tingkatkan kemampuannya sehingga mereka mempunyai skill yang lebih dari sekarang. Dengan meningkatnya keterampilan dalam sektor tenun ikat, diharapkan mereka dapat lebih kreatif dalam menentukan motif yang bercirikan khas Belu dengan menggunakan bahan pewarnaan yang alami, kualitas kain tenun nya semakin baik, serta dapat mengolah kain tenun tersebut menjadi produk yang beragam, baik berupa tas, dompet maupun pakaian.” Ungkapnya.
Brigjen TNI Topri juga menegaskan bahwa dukungan BNPP RI tidak berhenti pada pelatihan selama dua hari saja.
“Harapannya pelatihan selama 2 hari ini tidak berhenti disitu melainkan terus berkelanjutan. Kita terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada peserta yang sudah dilatih sampai dengan bagaimana pemasarannya. Sehingga mereka benar-benar memiliki keterampilan yang sangat baik, produk yang dihasilkan juga lebih baik dan dapat bersaing dengan produk lokal lainnya serta pemasarannya dapat semakin baik pula. Hal tersebut tentunya dapat membantu peningkatan pendapatan mereka yang berdampak meningkat pula perekonomian masyarakat khususnya di kawasan perbatasan,” tuturnya.
Sementara itu, Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP mengatakan bahwa selaku pengelola PLBN Motaain, merasa sangat bangga tempat ini dipilih sebagai pusat pengembangan kapasitas bagi para perajin tenun ikat di Kabupaten Belu.
“PLBN adalah Beranda Depan Negara. Sebagaimana arahan BNPP RI, tempat ini harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar,” imbuh Fatima Rika.
Disampaikan bahwa melalui kolaborasi antara BNPP RI dengan BAZNAS, BRI, dan Pertamina Foundation ini, Administrator PLBN Motaain berharap produk lokal Tenun tidak hanya kuat secara budaya, tetapi juga tangguh secara bisnis.
“Dengan SDM yang unggul, kita ingin Tenun Ikat Belu lebih dikenal luas, dan mampu mengisi pasar di wilayah perbatasan bahkan hingga ke negara tetangga, Timor Leste,” ujarnya.
Selain itu, Manager Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial Energi Pertamina Foundation, Berlit Deddy Setiawan, menjelaskan bahwa keterlibatan Pertamina melalui Pertamina Foundation merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat di wilayah beranda terdepan NKRI.
“Hari ini kami bekerjasama dengan BNPP RI untuk membantu dalam peningkatan Usaha UMKM kain tenun,” ujar Berlit saat diwawancarai awak media di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, Berlit mengungkapkan bahwa para pengrajin tenun ini nantinya diharapkan dapat terintegrasi dengan program unggulan PF Muda dan PF Preneur.
“Harapannya nanti masuk di program PF Muda dan PF Preneur. Jadi harapannya mama-mama tidak hanya dapat latihan tapi juga jualannya laku, kemudian ekonominya naik. Nanti ada pelatihan berkelanjutan yang disusun oleh Pertamina foundation,” tuturnya. (Ronny)


