Monday, July 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jaga Stabilitas Harga, Dinas Pertanian Belu Gencarkan Pasar Pangan Murah Hingga Wilayah Perbatasan

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Belu terus berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui program Gerakan Pangan Murah yang menyasar berbagai titik strategis di wilayah Kabupaten Belu.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Silvia Celeste Do Amaral, SSTP, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin, 13 Juli 2026 menjelaskan bahwa pelaksanaan pangan murah kini semakin diperluas.

Hal ini merujuk pada petunjuk teknis (juknis) terbaru yang mengizinkan intervensi pasar langsung di pusat keramaian.

“Kami sudah melakukan kegiatan ini di beberapa tempat, seperti di gereja, kantor daerah, dan Pasar Baru. Berdasarkan juknis yang ada, kami sekarang sudah bisa melaksanakan pangan murah di pasar-pasar rakyat,” ujar Silvia.

Silvia menambahkan, setelah sukses menggelar kegiatan di Pasar Baru, pihaknya sudah menjadwalkan aksi serupa dalam waktu dekat.

“Kemarin kami sudah lakukan di Pasar Baru, dan nanti hari Rabu kami akan menggelarnya di Kantor Lurah Tulamalae,” ungkapnya.

Untuk saat ini, komoditas utama yang disediakan dalam operasi pasar murah ini berfokus pada beras.

Beras kualitas medium tersebut dijual dalam kemasan karung 5 kilogram dengan harga terjangkau, yaitu Rp65.000 per karung.

Terkait kuota pasokan, Silvia menyebutkan bahwa Perum Bulog sebenarnya memberikan wewenang alokasi hingga 20 ton per kali operasi.

Namun, dinas mengambil langkah terukur untuk memastikan seluruh pasokan habis terserap tanpa sisa.

“Kami biasanya meminta 5 ton sampai 7 ton saja per operasi, tergantung pada tingkat permintaan masyarakat. Kami khawatir jika mengambil terlalu banyak langsung 20 ton, berasnya tidak habis terjual,” jelasnya.

Meski saat ini baru menyediakan beras, pemerintah daerah sedang berupaya menambah variasi komoditas lain demi menjawab kebutuhan warga.

“Kami sedang membangun komunikasi agar ke depan bisa menyediakan telur, gula, dan minyak goreng. Pihak penyedia masih memperhitungkan karena permintaan masyarakat untuk komoditas tersebut sangat tinggi,” lanjut Silvia.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu menyatakan bahwa Program intervensi harga ini tidak hanya berpusat di area perkotaan.

Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada masyarakat yang berada di beranda terdepan negara, khususnya di garis perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

“Setiap hari Selasa, kami rutin menggelar operasi pasar murah di kawasan PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Motaain. Ini menjadi upaya kami memastikan ketahanan pangan masyarakat perbatasan tetap terjaga,” tegas Silvia.

Di samping fokus pada hilir melalui operasi pasar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu juga terus memperkuat sektor hulu.

Silvia Amaral menjelaskan bahwa pihaknya memiliki salah satu strategi jangka panjang yang dilakukan adalah memberikan pendampingan intensif kepada para produsen pangan lokal.

“Sementara itu, kami juga terus melakukan pendampingan terhadap kelompok-kelompok tani di lapangan. Fokus kami saat ini adalah menghimpun dan menggerakkan kelompok tani milenial agar sektor pertanian kita semakin produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Ronny)

Popular Articles