Home Nasional Sosial Akses Warga di Perbatasan Akan Semakin Mudah, Dandim Belu Targetkan Pembangunan 4...

Akses Warga di Perbatasan Akan Semakin Mudah, Dandim Belu Targetkan Pembangunan 4 Jembatan Gantung Perintis Garuda Segera Rampung

2

ATAMBUA, The East Indonesia – Komando Distrik Militer (Kodim) 1605/Belu bersama masyarakat setempat terus melakukan percepatan pembangunan empat
Jembatan Gantung Perintis Garuda di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Proyek infrastruktur ini tersebar di dua wilayah administrasi, yakni Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka.

Komandan Kodim (Dandim) 1605/Belu, Letkol Arh. Arisetyo Ardyanto, mengonfirmasi bahwa dari total empat jembatan yang dibangun, tiga unit berlokasi di Kabupaten Belu, sementara satu unit lainnya berada di Kabupaten Malaka.

Secara rinci, dua Jembatan Gantung Perintis Garuda dibangun di Kelurahan Rinbesi, yaitu di kawasan Sukabiren dan Beinoka, Lafaekfera.

Selanjutnya, satu unit jembatan beton dibangun di wilayah Oetfo, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat.

Sementara itu, satu-satunya jembatan gantung dalam proyek ini ditempatkan di wilayah Weliman, Kabupaten Malaka.

“Untuk yang di Belu ada tiga jembatan perintis. Dua jembatan gantung di wilayah Rinbesi, satu jembatan beton di Oetfo, Naekasa dan satu jembatan gantung di wilayah Kabupaten Malaka,” ujar Dandim 1605/Belu, Letkol Arh. Arisetyo Ardyanto, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut penuturan Ardyanto, Jembatan Gantung Beinoka di Lafaekfera kini telah rampung sepenuhnya dan mencapai progres 100 persen.

Sementara itu, dua jembatan gantung lainnya kini sedang memasuki tahap akhir, yaitu proses pemasangan tali sling. Di sisi lain, pembangunan jembatan beton juga sudah menyentuh angka 95 persen, di mana pekerja hanya tinggal menyelesaikan tahap pengecoran lantai sebelum infrastruktur tersebut siap digunakan oleh masyarakat.

“Harapannya semoga cuaca mendukung pengerjaan jembatan beton. Untuk tiga jembatan gantung hari ini sudah memasang sling tinggal finishing untuk pemasangan lantai dan bisa rampung dalam pekan ini,” pungkasnya.

Lanjut mantan Danyon Arhanud Kupang itu, dengan kehadiran empat jembatan perintis bisa mempermudah akses warga bepergian baik itu akses kesejahteraan, akses pendidikan, akses ekonomi maupun lainnya.

“Harapan kita jembatan ini bisa membantu memperlancar akses transportasi semua warga terutama untuk anak-anak sekolah atau warga yang selama ini harus berputar jalannya atau turun ke sungai untuk menyeberang,” ucap Ardyanto.

Dia menambahkan, keberadaan jembatan tidak hanya saat ini saja sehingga dihimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur jembatan yang telah dibangun agar usia pakainya lebih panjang dan terus menunjang aktivitas ekonomi warga di masa depan.

“Saya mohon kepada seluruh warga agar bantu memelihara jembatannya. Apabila ada hal-hal yang mungkin terjadi kerusakan atau hal-hal yang sifatnya jadi terkendala tolong dilaporkan ke Kodim, sehingga nanti kita bisa mengambil langkah untuk bersama-sama mengerjakannya,” pungkas Dandim Belu. (Ronny)