ATAMBUA, The East Indonesia – Sebanyak 24 tim voli dari berbagai kelurahan dan kecamatan se-Kabupaten Belu resmi bertanding dalam Turnamen Bola Voli Antar Kelurahan dan Kecamatan.
Turnamen ini digelar di Lapangan Umum Simpang Lima Atambua mulai Rabu (26/8/2026) dalam rangka memeriahkan HUT ke-25 Partai Demokrat tahun 2026.
Kompetisi yang dijadwalkan berlangsung hingga 9 September 2026 ini diikuti oleh 13 tim putra dan 11 tim putri.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh Ketua PBVSI Provinsi NTT, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Belu, perwakilan Forkopimda, pimpinan Partai Demokrat, Ketua KONI, pengurus PBVSI Kabupaten Belu, serta pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Belu.
Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST, yang hadir dan membuka turnamen ini secara resmi, menyampaikan apresiasi yang tinggi dari pemerintah daerah kepada Partai Demokrat serta seluruh panitia penyelenggara.
Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum mempererat kebersamaan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu, saya menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrat dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Wabup Vicente.
Beliau juga meminta seluruh peserta untuk selalu menghormati lawan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan, namun persaudaraan dan kebersamaan harus tetap menjadi yang utama,” tambahnya sembari mengajak penonton untuk menjaga ketertiban.
Apresiasi senada datang dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang atau akrab disapa Febby Djuang.
Ia menilai turnamen bertajuk Demokrat Cup ini menjadi momentum krusial untuk menghidupkan kembali gairah olahraga bola voli di Belu yang sempat mandek.
“Setelah bola voli di Belu sempat ‘mati suri’ bertahun-tahun, kini telah terbentuk kepengurusan baru. Acara sore ini merupakan event kedua di bawah kepengurusan baru PBVSI Kabupaten Belu,” ungkap Febby Djuang.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Partai Demokrat yang telah membuka ruang kompetisi, serta kepada pengurus PBVSI Belu dan NTT yang terus mendorong pembinaan atlet muda potensial daerah.
Febby Djuang berharap sinergi antara pemerintah, KONI, PBVSI, partai politik, dan masyarakat terus diperkuat demi pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum PBVSI Provinsi NTT, Winston Neil Rondo, menegaskan bahwa 24 tim yang berpartisipasi harus menjadi perhatian serius PBVSI Kabupaten Belu dalam menjaring bakat-bakat baru.
Ia berharap turnamen ini melahirkan atlet tangguh yang siap memperkuat kontingen NTT pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Turnamen ini tidak boleh selesai ketika piala sudah dibagikan. Catat para pemain muda terbaik. Jangan sampai turnamen berakhir dan bakat mereka ikut berhenti di sini,” tegas Winston.
Winston menambahkan, persiapan menuju PON 2028 harus dimulai sejak dini dari tingkat daerah, klub, sekolah, hingga kampung. Terlebih, NTT akan bertindak sebagai tuan rumah bersama.
“Kita ingin menjadi tuan rumah yang bertanding, berprestasi, dan menang di tanah sendiri,” pungkasnya seraya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Demokrat Cup sebagai panggung pembuktian prestasi yang suportif.(Rony)

