TABANAN, The East Indonesia – Pelaksanaan Tanah Lot Art and Food Festival diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi keindahan alam semata, tetapi juga sebagai ruang pelestarian seni budaya, pengembangan kuliner lokal, serta penguatan ekonomi masyarakat Kabupaten Tabanan.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., pada acara pembukaan festival yang berlangsung di Wantilan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Jumat (28/8).
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menegaskan bahwa festival ini harus memberi ruang aktif bagi para pelaku UMKM, seniman lokal, dan masyarakat sekitar untuk terlibat secara langsung. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan berbasis Tabanan Era Baru yang aman, unggul, dan madani.
“Kami berharap Tabanan tidak hanya dikenal sebagai lumbung beras Bali, tetapi juga dikenal sebagai kawasan wisata unggul secara budaya dan kreatif secara ekonomi,” tegasnya.
Pada gelaran tahun ini, festival mengusung tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, yang bermakna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.
Melalui tema ini, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kelestarian budaya, serta kesucian kawasan DTW Tanah Lot.
Seluruh elemen pariwisata—mulai dari seniman, budayawan, hingga pelaku usaha—diimbau untuk terus berkolaborasi demi menjaga nama baik Tabanan dan mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Apresiasi setinggi-tingginya juga disampaikan kepada seluruh panitia, sponsor, dan seniman yang mendukung kesuksesan gelaran festival tersebut.***

