ATAMBUA, The East Indonesia – Menanggapi foto viral di media sosial terkait anggota TNI yang membawa drum menggunakan truk untuk mengambil Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Halifehan Atambua, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Komandan Kodim 1605/Belu, Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, S.I.P., M.H.I., memberikan penjelasan tegas agar tidak terjadi salah tafsir di tengah masyarakat.
Pihak TNI menegaskan bahwa personel di lapangan tidak sedang membeli, memborong, apalagi mengambil BBM secara sembarangan untuk kepentingan pribadi atau dinas di luar ketentuan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari prosedur resmi kedinasan yang disebut dengan Sistem Distribusi Titip Bekal.
Dalam mekanisme internal TNI, terdapat dua sistem penyaluran logistik kedinasan, yaitu sistem distribusi terpusat dan sistem distribusi titip bekal.
Sistem terpusat diterapkan untuk satuan yang lokasinya dekat dengan pusat pembekalan.
Sementara itu, sistem distribusi titip bekal khusus diberlakukan untuk wilayah-wilayah yang berada jauh dari pusat, seperti di Kabupaten Belu.
“Soal distribusi bekal TNI ini kita mengenal dua sistim yaitu sistim distribusi terpusat dan sistim distribusi titip bekal. Sistim distribusi terpusat itu digunakan untuk titik dan daerah yang dekat dengan lokasi atau tempat pendistribusian, Distribusi titip bekal itu atau sistim distribusi BBM ke daerah daerah yang jauh dari pusat,” ujar Dandim Ariestyo kepada media, Rabu 2 September 2026.
Ditambahkan, “Kaitan dengan BBM yang kemarin diambil personil TNI itu merupakan sistim distribusi titip bekal dimana titik pusat kita sebenarnya ada di Kupang. Karena pertimbangan jarak dan kenyamanan maka didistribusikan melalui SPBU yang terdekat yang ada di Atambua. Jadi bukan TNI membeli BBM tapi TNI mengambil BBM operasional yang disalurkan dari Kupang ke Atambua.”
Oleh karena itu, BBM yang diambil menggunakan drum tersebut murni merupakan jatah indeks operasional resmi TNI yang telah dialokasikan oleh negara dari Kupang untuk mendukung kelancaran tugas pengamanan di Perbatasan Negara.
Komandan Kodim 1605/Belu, Letkol Arh Ariestyo Ardyanto, S.I.P., M.H.I menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam menyaring informasi di media sosial dan tidak termakan oleh narasi negatif yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. (Ronny)


