Saturday, September 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Cetak Rekor MURI, Ribuan Umat Ikuti Ziarah Cammino Santa Maria Ekafalo-Lurasik Sambil Bersihkan Sampah

KEFAMENANU, The East Indonesia – Ribuan umat Katolik dari berbagai daerah berkumpul dan menyatukan langkah dalam ziarah lintas alam Cammino Santa Maria Ekafalo-Lurasik pada Kamis, 3 September 2026.

Mengusung misi mempererat spiritualitas sekaligus menjaga bumi, para peziarah berjalan kaki sejauh 27 kilometer melintasi keindahan alam dari Kapela Bunda Kristus Ekafalo di Kecamatan Insana menuju Gereja Santa Maria Goreti, Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik.

Acara religius ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pejabat daerah, diantaranya adalah ribuan umat Paroki Lurasik, umat Kapela Ekafalo, rombongan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) dari Paroki Katedral Atambua, serta rombongan Bupati Belu, Bupati TTU bersama Wakil Gubernur Papua Tengah yang turut membaur bersama masyarakat.

Berbeda dari ziarah pada umumnya, Cammino Santa Maria memadukan tradisi doa dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Sepanjang rute perjalanan yang cukup menantang, para peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok tidak hanya melantunkan doa dan menyanyikan lagu-lagu pujian, tetapi juga dibekali dengan kantong plastik.

Mereka secara aktif memungut sampah di sepanjang jalan sebagai bentuk pertanggungjawaban iman terhadap kelestarian alam ciptaan Tuhan.

Ziarah lintas alam yang sarat akan makna ini diselenggarakan atas sponsor tunggal dari Himpunan Bersatu Teguh (HBT) di bawah pimpinan Andreas Sofiandi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan bersejarah memperingati Hari Ulang Tahun ke-150 organisasi sosial tersebut.

Melalui kegiatan ini, HBT dan seluruh panitia berharap umat Kristen tidak hanya semakin dekat dengan Sang Pencipta dan sesama manusia, tetapi juga semakin peka dan peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

Ditemui di tengah rute ziarah, Bapak Andreas Sofiandi mengatakan, ziarah yang diselenggarakan merupakan sebuah prosesi iman dimana umat diajak untuk mencitai lingkungan dan merawat alam di tengah derasnya bencana ekologis.

“Ini merupakan Cammino pertama yang kita selenggarakan di Indonesia Timur dengan rute sepanjan 27 KM dengan perserta terbanyak,” kata Andreas.

Kata Andreas, dalam ziarah lintas alam,umat tidak hanya berdoa sepanjang perjalanan, tapi peserta diajak melakukan aksi nyata memungut sampah sepanjang 27 KM.

Dalam perjalanan ziarah Cammino ini, peserta melewati tujuh pos persinggahan sebelum tiba dan ziarah ditutup dengan misa yang dipimpin Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku,Pr.

Sebelumnya peserta ziarah dilepas oleh Bupati Timor Tengah Utara, Falentinus Dellasale Kebo dan Bupati Belu Willybrodus Lay di Kapela Ekafalo.

Ketua Panitia Cammino Santa Maria Ekafalo-Lurasik Marselinus Manek melaporkan, umat yang termibat dalam ziarah lintas alam Cammino Santa Maria Ekafalo-Lurasik mencapai 2.148 dengan peziarah yang berjalan kaki sebanyak 1.108 orang.

“Atas nama panitia, para Pastor dan seluruh umat Paroki St.Petrus dan Paulus Lurasik, kami sampaikan terima kasih berlimpah kepada Bapak Andreas dan Tim HBT yang telah menaru perhatian besar kepada Umat Paroki Lurasik,” ujar Marcel diwawancarai di sela-sela kegiatan Cammino.

Ziarah Cammino Santa Maria Ekafalo yang diselenggaralan ini berhasil mencatat rekor di Museum Rekor Indonesia(MURI) yang diterima langsung oleh Uskup Atambua Mgr. Domukus Saku, Pr usai perayaan misa penutupan ziarah. (Ronny)

Popular Articles