Saturday, March 28, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gebyar HPV DNA, Dinkes Buleleng Ajak Perempuan Deteksi Dini Kanker Serviks

SINGARAJA, The East Indonesia – Dalam upaya mewujudkan Indonesia bebas kanker serviks, deteksi dini menjadi langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Salah satu metode yang kini digaungkan adalah pemeriksaan HPV (Human Papillomavirus) DNA Test, yakni skrining berbasis molekuler yang lebih akurat, aman, dan nyaman untuk mendeteksi virus HPV berisiko tinggi, khususnya bagi perempuan usia 30 hingga 69 tahun.

Komitmen tersebut diwujudkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang bersinergi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Buleleng melalui kegiatan Gebyar HPV DNA. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-422 Kota Singaraja dan dilaksanakan selama dua hari, 26–27 Maret 2026, di Klinik Sutji Medika.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, menegaskan bahwa tingginya potensi kasus pada perempuan usia produktif menjadi alasan utama digencarkannya skrining ini.

Menurutnya, deteksi dini sangat penting untuk mengetahui sejak awal apakah seseorang terpapar virus HPV. “Jika terdeteksi lebih awal, penanganan bisa segera dilakukan sehingga tidak berkembang menjadi kanker serviks,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa program ini tidak hanya dilakukan melalui kegiatan gebyar, tetapi juga rutin dilaksanakan di puskesmas untuk menjangkau lebih banyak sasaran. Bahkan, layanan ini diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan. Ini justru langkah awal untuk melindungi diri. Kalau kita sayang pada diri sendiri, pasti ada keinginan untuk melakukan deteksi sejak dini,” imbuhnya.

Dari sisi capaian, antusiasme masyarakat Buleleng dinilai sangat tinggi. Dari target 5.500 sasaran, hingga akhir Maret 2026 telah tercapai hampir 3.000 peserta. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran perempuan akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Sementara itu, salah satu peserta, Luh Ayu (48) asal Banyuning, mengaku termotivasi mengikuti pemeriksaan demi memastikan kondisi kesehatannya. Ia sempat merasa tegang saat menjalani tes, namun dukungan tenaga kesehatan membuatnya lebih rileks.

“Ayo ibu-ibu, manfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan diri. Kalau terdeteksi lebih awal, kita bisa segera mencegah dan berobat. Astungkara, kita bisa terhindar dari penyakit ini,” ajaknya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan di Kabupaten Buleleng yang sadar akan pentingnya deteksi dini, sehingga kasus kanker serviks dapat dicegah sedini mungkin dan tidak berkembang ke tahap yang lebih serius.(Wis)

Popular Articles