Monday, April 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Hampir Beredar! Penyelundupan 940 Kilogram Beras Timor Leste di Sekitar Pos Turiskain Digagalkan Aparat TNI

ATAMBUA, The East Indonesia – Jalur tikus di sekitaran Pos Turiskain wilayah perbatasan RI-RDTL kembali menjadi sasaran empuk penyelundupan.

Namun, kesigapan Tim Intel Kodam IX/Udayana bersama Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad berhasil mematahkan upaya ilegal tersebut pada Minggu, 12 April 2026.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Aksi ini bermula dari kecurigaan personel Intel Kodam terhadap pergerakan kendaraan mencurigakan yang mengarah ke jalur ilegal di sekitar Sungai Malibaka di area Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu wilayah perbatasan langsung Negara Indonesia dan Timor Leste.

Benar saja, saat dipantau di sekitar Sungai Malibaka, terlihat sejumlah orang sedang memikul karung beras dari arah Timor Leste masuk ke wilayah Indonesia.

Melihat aktivitas tersebut, Tim Intel segera berkoordinasi dengan Pos Turiskain Satgas Yonarmed 12 Kostrad.

Tim gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Menyadari kehadiran aparat TNI, para pelaku memilih kabur dan meninggalkan barang bawaan mereka di pinggir sungai.

Dari hasil penyisiran, Aparat TNI berhasil mengamankan 47 karung beras merk Columbia (tulisan AAA Fos Qualidade Diak) kemasan kuning berukuran 20 kg. Total barang bukti yang disita mencapai 940 kilogram.

Barang bukti 940 Kilogram Beras Timor Leste tersebut sempat dibawa ke Pos Turiskain Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad yang kemudian seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada pihak Bea Cukai di gudang Atapupu untuk proses hukum lebih lanjut.

Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli di wilayah perbatasan guna mencegah berbagai aktivitas ilegal.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan melanggar hukum, khususnya penyelundupan barang melalui jalur tidak resmi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perbatasan dengan tidak melakukan aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara dan diri sendiri,” tegasnya.

Untuk diketahui, Keberhasilan ini menjadi sinyal keras bagi para penyelundup bahwa pengawasan di jalur-jalur tidak resmi akan terus diperketat demi menjaga stabilitas ekonomi dan kedaulatan wilayah perbatasan serta mencegah praktik ekonomi ilegal yang merugikan negara di wilayah perbatasan negara. (Ronny)

Popular Articles