Wednesday, August 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Posyandu di Bali Akan Diberi Nama Sesuai Banjar untuk Permudah Pemetaan

BADUNG, The East Indonesia – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengusulkan agar seluruh Posyandu di Bali diberi nama sesuai banjar masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempermudah pemetaan, pendataan, pembinaan, dan pengembangan Posyandu secara lebih terstruktur di seluruh Bali.

Usulan tersebut disampaikan saat menghadiri rangkaian Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk “Membina dan Berbagi” ke-14 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Badung, Selasa (4/8). Kegiatan tersebut menyasar kader Posyandu di Desa Adat Tangeb, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, serta Desa Selat, Kecamatan Abiansemal.

“Untuk ke depan, mengingat jumlah Posyandu di Bali sangat banyak, saya ingin seluruh Posyandu di masing-masing banjar diberi nama sesuai nama banjarnya sendiri, lengkap dengan nama desa atau kelurahan serta kecamatannya. Hal ini akan memudahkan pemetaan dan penataan Posyandu di seluruh Bali,” tegas Ny. Putri Koster.

Menurutnya, penamaan Posyandu berdasarkan nama banjar akan menciptakan identitas yang lebih jelas bagi setiap Posyandu sekaligus memudahkan proses pendataan di seluruh Bali. Dengan sistem penamaan yang seragam, pemerintah akan lebih mudah mengintegrasikan data Posyandu, memantau cakupan pelayanan, mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pendampingan, serta menyusun kebijakan dan program pembinaan secara lebih tepat sasaran.

Selain itu, identitas Posyandu yang terhubung langsung dengan wilayah banjar, desa atau kelurahan, hingga kecamatan akan memperkuat koordinasi antarjenjang pemerintahan. Monitoring, evaluasi, maupun penyaluran program diharapkan dapat dilakukan secara lebih efektif, cepat, dan akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster juga mengajak seluruh kader Posyandu agar tidak hanya berperan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun wilayahnya masing-masing. Kader diharapkan aktif menyerap aspirasi masyarakat, mencatat berbagai persoalan yang dihadapi warga, kemudian menyampaikannya kepada pemerintah desa maupun kepala wilayah untuk ditindaklanjuti.

Menurutnya, mekanisme tersebut akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat karena informasi dari tingkat paling bawah dapat diterima pemerintah secara lebih cepat, terstruktur, dan tepat sasaran. Dengan demikian, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan masyarakat, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan desa.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi atas perhatian Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali beserta jajaran yang hadir memberikan pembinaan secara langsung kepada para kader Posyandu.

Ia menilai kehadiran TP Posyandu Provinsi Bali merupakan wujud nyata dalam memperkuat kelembagaan Posyandu. Posyandu menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan kini semakin berperan sebagai penghubung antara warga dengan pemerintah sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat ditangani lebih cepat.

Sementara itu, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, memaparkan implementasi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. Melalui regulasi tersebut, pelayanan Posyandu yang sebelumnya berfokus pada bidang kesehatan kini berkembang menjadi enam bidang pelayanan, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan sosial.

Pelayanan Posyandu juga diberikan berdasarkan siklus hidup, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lanjut usia. Para kader diharapkan semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan wilayah melalui penanganan berbagai persoalan masyarakat yang responsif dan berbasis data.

Pada kegiatan tersebut, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kader Posyandu Kelurahan Abianbase. Setiap kader menerima bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Di Kelurahan Abianbase, bantuan disalurkan kepada 78 kader Posyandu yang berasal dari 13 Posyandu, dengan total bantuan mencapai 2.340 kilogram beras, 156 krat atau 4.680 butir telur, serta 156 kotak susu.

Sementara itu, di Desa Selat bantuan diberikan kepada 60 kader Posyandu yang berasal dari empat Posyandu. Masing-masing kader menerima 30 kilogram beras, dua krat atau 60 butir telur, dan dua kotak susu, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 1.800 kilogram beras, 120 krat atau 3.600 butir telur, serta 120 kotak susu.

Secara keseluruhan, dalam rangkaian Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” di dua lokasi tersebut, TP Posyandu Provinsi Bali menyalurkan bantuan kepada 138 kader Posyandu dari 17 Posyandu, dengan total bantuan mencapai 4.140 kilogram beras, 276 krat atau 8.280 butir telur, serta 276 kotak susu.

Rangkaian Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ini menjadi wujud komitmen TP Posyandu Provinsi Bali dalam memperkuat kelembagaan Posyandu, meningkatkan kapasitas kader, sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna mewujudkan pelayanan yang semakin terpadu, responsif, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.***

Popular Articles