Tuesday, September 22, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

DPC PKB Belu Sukses Gelar Musancab, Ketidakhadiran Anggota Fraksi Jadi Catatan Evaluasi

ATAMBUA, The East Indonesia – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Belu sukses menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Belu.

Kegiatan ini berlangsung di Rumah PKB Belu, Jalan Dr. G. A. Siwabessy, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, pada Sabtu, 19 September 2026.

Acara ini dibuka dan ditutup secara resmi oleh perwakilan DPW PKB NTT sekaligus Tim TPK, Klara Motu Loi, S.H., yang juga merupakan Anggota DPRD Provinsi NTT periode 2024–2029.

Turut mendampingi dalam acara tersebut, Pengurus Lembaga Kaderisasi Provinsi (LKP) DPW PKB NTT, Sisilia Magdalena Mau, serta dihadiri langsung oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Belu, Martina Kolo Hale.

Musancab ini dihadiri oleh 10 dari total 12 calon Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Sementara itu, dua perwakilan dari Kecamatan Raihat dan Kecamatan Lasiolat berhalangan hadir.

Di sisi lain, jalannya agenda strategis partai ini akan menjadi catatan evaluasi internal akibat ketidakhadiran dua anggota DPRD Kabupaten Belu dari Fraksi PKB.

Perwakilan DPW PKB NTT, Klara Motu Loi, S.H., mengungkapkan rasa kecewa dan sedihnya atas absennya kedua wakil rakyat tersebut, yakni Antonius Ugahari Luan (Pak Toni) dan Yonas Engelbert Talok (Pak Engel).

Menurut Klara, keduanya telah diundang secara resmi, namun tidak hadir tanpa memberikan pemberitahuan awal kepada panitia.

“Saya sebagai utusan dari saya sebagai utusan DPW Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat kecewa dan sedih. Mengapa anggota DPR Kabupaten Belu Pak Toni (-Antonius Ugahari Luan) sama Pak Engel (-Yonas Engelbert Talok) secara resmi sudah diundang dan hari ini mereka tidak hadir tanpa pemberitahuan. Sementara ini adalah gawainya DPW provinsi dan secara tidak langsung mereka tidak menghargai itu saya dari DPW atau acara yang diselenggarakan oleh DPW Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Klara Motu, Sabtu (19/09).

Lebih lanjut, Klara Motu berharap kepemimpinan DPC PKB Belu yang baru dapat mengambil sikap yang lebih tegas.

Ia mengingatkan esensi anggota dewan yang dipilih oleh rakyat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, yang mana hal itu seyogianya sejalan dengan komitmen membesarkan partai dari tingkat dasar.

“Saya berharap ibu Ketua (DPC) juga harus bersikap lebih tegas terhadap bapak-bapak anggota DPRD yang terhormat ini bagaimana kita sebagai anggota DPR dipilih oleh rakyat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, sementara di Partai sendiri mereka tidak mendukung. Jadi sekali lagi saya minta para bapak anggota DPR yang terhormat ini betul dengan kesadaran tinggi untuk terus mendukung partai PKB di Kabupaten Belu masa jabatan ketua DPC baru Ibu Martina Kolo Hale,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC PKB Kabupaten Belu, Martina Kolo Hale, membenarkan dan mendukung penuh atensi yang disampaikan oleh perwakilan wilayah.

Ia menegaskan akan segera mengambil langkah organisatoris guna menertibkan kedisiplinan kader.

“Saya sebagai ketua DPC Kabupaten Belu, apa yang sudah disampaikan oleh ketua DPW PKB NTT yang mewakili Ibu Klara Motu Loi, saya secara pribadi juga saya kecewa yang mana kegiatan ini dilakukan oleh DPW PKB NTT, tapi kedua anggota DPR dari partai PKB tidak hadir. Jadi saya akan memberikan teguran secara lisan maupun tertulis,” jelas Martina Kolo Hale.

Secara terpisah, kedua anggota DPRD Belu dari Fraksi PKB memberikan konfirmasi mengenai alasan ketidakhadiran mereka.

Saat dihubungi awak media masing-masing melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (19/9/2026), Antonius Ugahari Luan atau yang akrab disapa Toni Luan dan Yonas Engelbert Talok alias Engel Talok menjelaskan bahwa kondisi keduanya sedang dalam kondisi kurang sehat/Sakit.(Rony)

Popular Articles