Thursday, August 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gelorakan Nasionalisme dan Sport Tourism, Lamaknen Selatan Gelar Piebulak Border Run 8,1K Sambut HUT ke-81 RI

ATAMBUA, The East Indonesia — Kawasan perbatasan RI–RDTL bersiap menyambut gelaran olahraga bergengsi akhir pekan ini.

Event lari Piebulak Border Run 8,1K dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Selain mempromosikan gaya hidup sehat, perlombaan ini digelar khusus sebagai bagian dari semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di Lapangan Umum Kantor Camat Lamaknen Selatan, dimulai pukul 09.00 WITA, dengan prosesi pelepasan peserta (flag off) pada pukul 10.00 WITA.

Ketua Panitia Piebulak Border Run 8,1K, Daniel Nahak, S.STP atau akrab disapa Denny Nahak, kepada media ini, Kamis, 13 Agustus 2026, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Hingga Jumat (07/8/2026), tercatat sebanyak 334 peserta telah mendaftarkan diri.

“Kompetisi ini terbuka lebar untuk masyarakat umum, pelajar, personel TNI/Polri, serta warga lokal Lamaknen Selatan. Kami optimis jumlah pendaftar akan terus melonjak hingga hari pelaksanaan,” ujar Denny .

Lebih dari sekadar ajang adu kecepatan, Denny menekankan bahwa Border Run ini mengusung misi sport tourism.

Rute sepanjang 8,1 kilometer sengaja dirancang untuk memamerkan kekayaan alam, budaya, dan denyut ekonomi masyarakat beranda terdepan Indonesia.

Sepanjang jalur lari, para peserta akan disuguhkan pemandangan ikonik perbatasan, mulai dari melintasi Jalan Sabuk Merah Perbatasan, panorama Bukit Holzap, aroma Sentra Kopi Henes Lakmaras, hingga jejak sejarah di Gereja Tua Nualain dan eksotisme Kampung Adat Nualain.

“Kami ingin peserta bukan hanya datang untuk berlari, tetapi juga menikmati keindahan Lamaknen Selatan. Ada Jalan Sabuk Merah Perbatasan, Bukit Holzap, Sentra Kopi Henes Lakmaras, Gereja Tua Nualain, dan Kampung Adat Nualain. Inilah yang ingin kami perkenalkan melalui Piebulak Border Run 8,1K,” ujarnya.

Disampaikan pula, lintasan lomba akan berada di sekitar wilayah Piebulak dan kawasan Lamaknen Selatan dengan jarak 8,1 kilometer. Selain menghadirkan tantangan fisik, rute tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menikmati lanskap pegunungan dan suasana kawasan perbatasan.

“Peserta dari Atambua dapat menuju lokasi melalui jalur Atambua–Fatubenao–Tobir–Lahurus–Lamaknen–Leowalu–Fulur–Cabang Kewar–Duarato–Nualain–Lakmaras–Henes hingga mencapai lokasi kegiatan di Lapangan Kantor Camat Lamaknen Selatan,” terang Denny.

Lanjut Denny, jarak perjalanan dari Atambua diperkirakan sekitar 80 kilometer. Waktu tempuh sekitar dua jam menggunakan mobil dan sekitar satu setengah jam menggunakan sepeda motor, bergantung pada kondisi perjalanan.

“Peserta diarahkan menggunakan rute resmi yang telah disiapkan serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan. Peserta juga disarankan tiba minimal 60 menit sebelum race start,” tambah Denny.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, sejumlah fasilitas disiapkan, antara lain water station, checkpoint, dokumentasi rute, serta layanan kesehatan. Keselamatan peserta menjadi salah satu perhatian utama penyelenggara.

“Target kami yang paling utama adalah kegiatan berjalan aman dan lancar, tepat waktu, serta zero accident. Kami ingin seluruh peserta merasa nyaman, dihargai, dan mendapatkan pengalaman yang baik dari awal sampai selesai,” tegas Denny.

Denny melanjutkan, sebelum flag off, peserta akan mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, hiburan, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, tari tradisional, sambutan, briefing, hingga doa bersama.

“Setelah peserta mencapai garis finis, sejumlah kegiatan lanjutan juga telah disiapkan, di antaranya edukasi rupiah di kawasan perbatasan, pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter, zumba bersama, penyerahan piagam, foto bersama, dan penutupan,” paparnya.

Pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter menjadi salah satu kegiatan yang berkaitan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

“Kita ingin kegiatan tersebut turut memperkuat semangat nasionalisme sekaligus memperlihatkan peran strategis kawasan perbatasan sebagai bagian dari wilayah Indonesia,” katanya.

Selain aspek olahraga dan kebangsaan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Peserta dan pengunjung akan diperkenalkan dengan berbagai potensi lokal, termasuk kopi Henes Lakmaras, destinasi dan spot foto, Gereja Tua Nualain, Kampung Adat Nualain, panorama pegunungan, serta kehidupan masyarakat.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta dan panitia, tetapi juga masyarakat. UMKM lokal harus bisa mendapatkan manfaat dari adanya kegiatan ini, sekaligus peserta dapat menikmati keramahan masyarakat Lamaknen Selatan,” ungkap Denny.

Denny Nahak optimistis kegiatan tersebut dapat membantu memperkenalkan Lamaknen Selatan sebagai kawasan yang memiliki potensi olahraga, wisata, budaya, dan ekonomi lokal.

“Kami ingin Lamaknen Selatan semakin dikenal. Bukan hanya karena wilayahnya berada di kawasan perbatasan, tetapi karena memiliki alam yang indah, budaya yang kuat, masyarakat yang ramah, serta potensi lokal yang layak untuk diperkenalkan lebih luas,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraannya, kegiatan ditargetkan berlangsung aman, tertib, tepat waktu, dan profesional. Selain keselamatan peserta, kepuasan sponsor, keterlibatan UMKM, serta publikasi positif melalui media sosial juga menjadi bagian dari sasaran penyelenggaraan.

Pengalaman peserta selama mengikuti Piebulak Border Run 8,1K diharapkan dapat mendorong mereka untuk kembali pada penyelenggaraan berikutnya sekaligus memperkenalkan Lamaknen Selatan kepada masyarakat yang lebih luas.

“Harapan kami, peserta pulang membawa pengalaman yang baik dan cerita tentang Lamaknen Selatan. Kalau mereka merasa puas, aman, dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan, kami berharap mereka bukan hanya ingin kembali tahun depan, tetapi juga mengajak orang lain untuk datang dan merasakan sendiri pesona perbatasan ini,” ungkap Daniel.

Dengan jumlah peserta sementara mencapai 334 orang, Piebulak Border Run 8,1K menjadi salah satu kegiatan yang mempertemukan olahraga dengan promosi potensi wisata, budaya, dan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan berbagai potensi Lamaknen Selatan kepada peserta dan pengunjung dari luar daerah.

“Piebulak Border Run 8,1K akan dimulai dan berakhir di kawasan Lapangan Umum Kantor Camat Lamaknen Selatan. Seluruh peserta dan masyarakat diajak mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib serta menjaga keamanan dan kebersihan selama acara berlangsung,” tutup Denny.

Popular Articles