ATAMBUA, The East Indonesia – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semangat nasionalisme membara di beranda depan NKRI saat bendera Merah Putih sepanjang 81 meter membentang luas di sepanjang jalan perbatasan di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) melalui Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Asisten Deputi Pengelolaan Lintas Batas Negara, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Kirab Bendera Merah Putih di kawasan perbatasan Motaain, Nusa Tenggara Timur.
Kirab bendera sepanjang 81 meter ini bukan sekadar seremoni. Agenda ini menjadi simbol pemersatu sekaligus momentum emas untuk mengobarkan kembali jiwa nasionalisme dan cinta tanah air bagi warga di wilayah perbatasan RI-RDTL.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara BNPP RI melalui PLBN Motaain dengan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sebagai Inisiator, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/2/Kostrad, serta keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat Desa Silawan.
Rute kirab membentang sepanjang jalur strategis perbatasan, dengan rincian Lokasi Start di Lapangan Silawan dan Lokasi Finish di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.
Arak-arakan dimulai tepat pukul 15.00 WITA dari Lapangan Silawan dengan ditandai dengan pengangkatan bendera start oleh Camat Tasifeto Timur, Maximus Loi Malik dan Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP.
Sekitar 1.200-an peserta bergotong-royong mengarak bendera raksasa sejauh beberapa kilometer menuju titik akhir di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.
Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 1605 03 Wedomu; Kapolsek Tasifeto Timur; Kepala Hanggar Bea dan Cukai PLBN Motaain; Koordinator Imigrasi PLBN Motaain; Koordinator Karantina Kesehatan PLBN Motaain; Koordinator Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Satpel PLBN Motaain; Kepala Terminal Barang Internasional Motaain, Jeffry K. Ragawino; Pejabat Penghubung (Liaison Officer) POLRI; Pejabat Penghubung (Liaison Officer) TNI; Dankipur I Sektor Timur Satgas Pamtas RI – RDTL Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad; Danki Gas Brimob RI-RDTL; Komandan Pos POM TNI PLBN Motaain; Dansub BAIS; Dantim Intel Kodam IX Udayana; Komandan Pos Angkatan Laut; Koordinator BIN Kabupaten Belu; Koordinator BNN PLBN Motaain; dan Koordinator Satlantas Polres Belu di PLBN Motaain.
Sementara itu dibarisan Kirab Bendera Merah Putih, siswa SD, SMP, SMA/SMK, Guru
(SD, SMP, SMA/SMK), Instansi Pemerintah, Organisasi Masyarakat, Organisasi Bela Diri, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat di Desa Silawan.
Camat Tasifeto Timur, Maximus Loi Malik, S.IP, dalam pidatonya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, pemerintah desa, aparat keamanan, para guru dan pelajar, organisasi kepemudaan, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan kirab bendera ini.
“Peringatan HUT ke-81 RI ini adalah momentum untuk mengenang jasa para pahlawan. Kirab ini merupakan penghormatan kepada Sang Merah Putih sebagai simbol persatuan, keberanian, dan semangat perjuangan bangsa,” ujar Maximus di hadapan para peserta kirab.
Maximus menekankan pentingnya menjaga persatuan di wilayah perbatasan dan mengajak generasi muda mengisi kemerdekaan yang telah menginjak usia 81 tahun ini dengan kontribusi nyata.
“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, meningkatkan gotong-royong, serta berkontribusi demi kemajuan Kecamatan Tasifeto Timur dan Kabupaten Belu. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Merdeka!” pungkasnya menutup sambutan.
Rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat, membuktikan bahwa detak jantung nasionalisme masyarakat perbatasan tetap berdenyut kencang demi Indonesia Jaya.
Untuk diketahui, setibanya rombongan kirab di PLBN Motaain, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan tumbler (botol minum) kepada para pelajar setempat di PLBN Motaain. (Ronny)

