Wednesday, September 2, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

OSN Pendidikan Dasar 2026, Kemendikdasmen Dukung Talenta dan Nalar Murid sejak Dini

JAKARTA, The East Indonesia — Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026 menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan talenta, mengasah nalar, dan membangun semangat berprestasi sejak dini. Sebanyak 686 finalis dari 38 provinsi serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura mengikuti rangkaian kompetisi yang berlangsung pada 25 s.d. 31 Agustus 2026.

OSN 2026 mempertandingkan tiga cabang ajang, yaitu Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Rangkaian tes dirancang untuk mengukur kemampuan murid secara lebih komprehensif, mulai dari penguasaan konsep hingga kemampuan mengeksplorasi, mengobservasi, dan mempresentasikan gagasan.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa OSN bukan semata-mata tentang meraih medali, peringkat, dan penghargaan. Lebih dari itu, pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter murid.

“Prestasi kalian pada ajang OSN tahun 2026 ini bukan hanya tentang medali, peringkat dan penghargaan, melainkan tentang proses belajar, kerja keras, disiplin, kejujuran dan kemauan untuk terus berkembang,” ujar Irene saat menutup OSN Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026, di Jakarta, Minggu (30/8).

Pesan tersebut tercermin dari pengalaman Halimatun Sa’diah, murid SMP Negeri 6 Lhokseumawe, Provinsi Aceh, yang berhasil meraih Medali Emas sekaligus The Best Theory OSN IPA. Menghadapi soal dengan tingkat kesulitan tinggi dan materi yang luas, Halimatun belajar mengelola waktu, menyusun jadwal belajar, serta fokus memperkuat materi yang masih menjadi kelemahannya.

“OSN mengajarkan saya cara berpikir kritis, pantang menyerah, dan disiplin. Saya juga belajar menghargai proses. Menang kalah itu urusan nanti, yang penting sudah memberikan yang terbaik,” ujar Halimatun.

Pengalaman serupa juga dirasakan Michael Keii Shen, murid SD 1 YPK, Provinsi Kalimantan Timur, yang meraih Medali Perak OSN IPS SD. Baginya, mengikuti OSN menjadi pengalaman untuk berkompetisi bersama murid-murid berprestasi dari berbagai daerah sekaligus menguji kemampuan diri melalui tahapan kompetisi yang tidak mudah.

“Saya sangat senang dan bangga karena bisa ikut berkompetisi di ajang olimpiade terbesar di Indonesia dan bersaing dengan anak-anak hebat dari seluruh negeri,” ujar Michael.

Michael menuturkan bahwa proses OSN mendorongnya untuk mengembangkan kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi. Melalui tes eksplorasi, ia belajar membuat peta infografis dan menyampaikan gagasan melalui presentasi agar dapat dipahami oleh dewan juri. “Melalui tes eksplorasi, saya belajar tentang bagaimana membuat peta infografis dan belajar bagaimana presentasi yang baik supaya apa yang saya sampaikan bisa dimengerti oleh dewan juri,” tuturnya.

Penyelenggaraan OSN juga didukung kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua, pendamping, dewan juri, fasilitator, hingga panitia. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan talenta yang berkelanjutan.

Dengan berakhirnya OSN Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026, semangat pembinaan talenta tidak berhenti pada penutupan kompetisi. Pengalaman yang diperoleh murid selama proses seleksi dan kompetisi menjadi bagian dari perjalanan untuk mengembangkan potensi, memperkuat nalar, karakter, dan semangat untuk terus berkembang.***

Popular Articles