Monday, February 23, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ini komentar Dua Peraih Penghargaan Lingkungan Hidup Tingkat Kabupaten Belu

Atambua, Theeast.co.id,  – SMP Taruna Citra Mandiri menjadi salah satu sekolah peraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Belu tahun 2018 dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia, Selasa (27/11/2018). Kepala Sekolah SMP Taruna Citra Mandiri, Alosius Tubani saat diwawancarai wartawan media ini mengatakan bahwa dirinya tidak menyangka sekolah mereka bisa mendapatkan penghargaan tersebut karena ternyata secara diam-diam pemerintah sedang memperhatikan aktivitas rutin mereka dalam memelihara lingkungan sekolah. Baginya penghargaan tersebut merupakan suatu pencapaian hasil secara bersama dari para pendidik dan anak didik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitaran sekolah, Rabu (28/11/2018).

Kepala Sekolah SMP Taruna Mandiri Fatubenao ini menambahkan bahwa selama ini bersama guru-gurunya hanya sering mendorong anak-anak didik untuk terbiasa melestarikan lingkungan sekitar dengan menanam pohon dan tumbuhan hidup sehingga sekolah mereka tidak terlihat gersang. “Bagi kami para pendidik di SMP Taruna Citra Mandiri, pikiran anak-anak dalam
proses belajar mengajar di kelas akan lebih terfokus jika penataan luar ruangan pun rapi dan hijau. Kami hanya ingin menanamkan jiwa mencintai alam sekitar bagi anak-anak”, ungkapnya.

Walaupun telah mendapat penghargaan tersebut, Alosius Tubani bersama guru-guru tetap bertekad untuk terus melakukan aktivitas memelihara lingkungan sekolah sebab motivasi awal mereka melakukan penanaman pun untuk memberi kenyamanan lingkungan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Sebagai Kepala Sekolah, dirinya juga mengajak para pimpinan di sekolah lain yang berada di Kabupaten Belu untuk sama-sama mendorong siswa-siswi melestarikan alam sekitar sekolahan. ” Mari kita sama-sama melestarikan alam disekitar sekolah sehingga memberikan kenyamanan tersendiri bagi siswa yang ingin belajar di sekolah dan mengajarkan anak-anak masa depan bangsa dalam mencintai lingkungan”, katanya.

Terpisah dengan itu Seorang sosok staf Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas Pariwisata Belu, Yanuarius Bere Asa berhasil meraih Kalpataru Lingkungan Hidup tingkat kabupaten Belu dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2018, Selasa (27/11/2018). Warga asal Ailuli Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen ini menjadi salah satu masyarakat yang berhasil meraih penghargaan itu dari 2 orang lainnya sebagai Pengabdi Lingkungan.

Saat ditemui awak media ini, Yanuarius menyampaikan kegembiraannya bisa meraih penghargaan tersebut, Rabu (28/11/2018). “Saat terima penghargaan itu saya merasa bangga dan senang. Tidak menyangka pemerintah sedang memperhatikan aktivitas saya. Ini adalah penghargaan pertama yang saya terima “, ungkap Asa Bere.

Aktivitas menanam pohon ini sudah dilakukan sejak 8 tahun yang lalu di lahan miliknya di daerah Lamaknen. Yanuarius mengakui bahwa dirinya terinspirasi dengan rutin menanam pohon setelah menemani ayahya yang menerima penghargaan Kalpataru Lingkungan Hidup Tingkat Nasional pada tahun 2010 silam oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hingga saat ini, luas lahan yang ditanami pohon oleh dirinya telah mencapai kurang lebih 8 hektar. “Saya terinpirasi dari ayah saya yang selalu berpesan sebagai ASN harus menanam pohon sebagai tanaman pensiunan sekaligus selalu menghijaukan bumi Belu. Saya harap agar masyarakat lain juga dapat terdorong untuk ikut menanam pohon dan mencintai lingkungan hidup kita”, tuturnya.

Adapun pemberian penghargaan Kalpataru Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2018 terhadap 5 orang  dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Belu, diantaranya Kategori Perintis Lingkungan atas nama Philipus Andreas Moruk asal Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat; Kategori Penyelamat
Lingkungan atas nama Julianus Leki asal Desa Nualain, Kecamatan Lamaknen Selatan; Kategori Pembina Lingkungan atas nama Ibu Magdalena Olo Mau asal Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak; serta 2 orang lain peraih penghargaan dalam Kategori Pengabdi Lingkungan atas nama Sr. Ludovika F. C. JM asal Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat dan Pater Yohanes Kristoforus Tara, OFM asal Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet Duabesi. Selain itu, Penetapan Sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2018 sebanyak 3 Sekolah yaitu SDK Wilain, SMP Taruna Citra Mandiri Fatubenao dan SMK Katolik Santo Yoseph Nenuk. (Ronny)

Popular Articles