ATAMBUA, The East Indonesia – Setelah kehilangan tempat tinggal akibat tragedi kebakaran hebat pada akhir Maret lalu, kini tenaga honorer Rumah Sakit Tentara Atambua tersebut resmi memiliki hunian baru yang layak.
Rumah berukuran 8×6 meter tersebut diserahkan langsung oleh Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han, pada Sabtu (25/04/2026).
Penyerahan ini menandai tuntasnya pengerjaan rumah yang dilakukan oleh personel TNI selama 12 hari.
Aksi Kemanusiaan di atas tanah hibah ini sebelumnya memiliki cerita pahit dimana keluarga Yanto harus menghadapi masa sulit setelah rumah mereka di Kampung Jati, Kelurahan Berdao, hangus tak bersisa.
Terlebih, di tanah lokasi lama yang merupakan lahan sewa tahunan tersebut, Yanto baru saja kehilangan putra bungsunya, almarhum AJM (3), dalam insiden kebakaran pada 27 Maret lalu.
Merespons musibah maut tersebut, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur dari Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad bergerak cepat sebagai wujud nyata aksi kemanusiaan.
Langkah ini diawali dengan peninjauan lokasi pada Senin (06/04/2026) di RT 14/RW 03, Tini 2, Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan.
Menariknya, pembangunan rumah baru ini berdiri di atas lahan yang dihibahkan secara sukarela oleh kakak sepupu Yanto, Marince Soru (47).
Melalui hibah tanah ini, keluarga Yanto kini memiliki kepastian tempat tinggal di atas lahan sendiri.
Saat penyerahan dilokasi rumah layak huni yang baru, Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko menegaskan bahwa pembangunan rumah ini adalah bentuk empati dan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat, khususnya bagi mereka yang tertimpa musibah di wilayah perbatasan.
Letkol Arm Erlan Wijatmoko menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah ini sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga di wilayah perbatasan.
“Kita patut bersyukur hari ini, kita serahkan rumah ini kepada keluarga besar semoga ini bisa memberikan berkah buat kita semua,” pungkasnya.
Selain menyerahkan rumah secara simbolis, Dansatgas Yonarmed 12 Kostrad juga memohon dukungan doa dari masyarakat agar seluruh personel Satgas Pamtas dapat menjalankan sisa masa tugas mereka dengan selamat dan lancar.
“Kami titip doa agar Satgas kami yang tinggal 5 bulan lagi bisa berjalan lancar sampai dengan purna tugas kami di sini,” tambahnya.
Letkol Erlan menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan upaya mempererat tali persaudaraan antara TNI dan rakyat.
Karenanya berharap komunikasi dan silaturahmi yang telah terjalin tidak akan putus meski masa tugas mereka berakhir nantinya.
“Tentunya ini jadi ajang silaturahmi yang baik bagi kita bersama. Komunikasi kita tidak hanya berhenti di sini, kita akan terus menjaga komunikasi sampai nanti seterusnya. Saya bersama rekan-rekan menyerahkan rumah ini kepada Pak Yanto,” pungkasnya. (Ronny)


