Atambua, Theeast.co.id – Diduga empat warga batas Turiskain yang berasal dari Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu mendapatkan penganiayaan oleh sejumlah oknum Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/Suhbrastha yang bertugas di perbatasan Turiskain kecamatan Raihat pada Jumat pagi (11/01/2018).
Empat orang warga korban kekerasan fisik oleh sejumlah oknum TNI tersebut adalah Desa Maumutin. Mereka dianiaya setelah tertangkap aparat TNI Yonif 408/SBH karena sedang berupaya menyelundupkan sejumlah dos berisi rokok ke wilayah Timor Leste Jumat pagi lalu (11/01/2018). Salah satu korban atas nama Luis Soares terpaksa harus menjalani perawatan medis secara intensif di Puskesmas Haekesak, kecamatan Raihat, kabupaten Belu. Sedangkan tiga orang yang menjadi korban dugaan penganiayaan hanya menjalani rawat jalan.
Kasus ini dikabarkan sudah selesaikan secara damai bersyarat secara kekeluargaan antara korban dan para pelaku.Syarat damainya itu barang-barang milik korban yang akan diselundupkan ke wilayah Timor Leste dikembalikan ke para korban. Tidak hanya itu kedepan jika para korban maupun warga lainnya yang akan menyelundupkan barang ke Timor leste wajib melaporkan ke aparat TNI yang bertugas di pos pamtas Turiskain. Jumlah barang selundupan disarankan tidak melebih batas maksimal yang ditentukan.
Informasi lain yang dihimpun menyebutkan upaya penggagalan penyelundupan sejumlah dos berisi rokok ke wilayah Timor Leste dilakukan oleh tiga orang oknum anggota TNI Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH. Keempat korban dikabarkan sering terlibat kasus penyelundupan ke wilayah Timor Leste. Kasus penggagalan penyelundupan rokok itulah hingga berakhir dengan dugaan penganiayaan terhadap keempat orang korban.
Walau demikian Dandim 1605 Belu Letkol Czi. I. Putu Dwika didampingi Dansatgas Pamtas RI-RDTL sektor Timur Yonif 408/SBH Mayor Inf. Joni Eko Prasetyo yang dikonfirmasi wartawan Makodim 1605 Belu pada Senin (14/01/2018) membantah adanya kasus penganiyaan empat orang warga Desa Maumutin oleh anggotanya. Menurut kedua perwira TNI ini kondisi badan lebam yang dialami Luis Soares dan ketiga orang temannya bukan akibat penganiayaan oleh sejumlah anggota Yonif Raider 408/Shb yang bertugas di pos Pamtas Turiskain. “Saya belum ada laporan anggota Yonif 408 aniaya warga kayak begitu kok. Itu bisa saja akibat jatuh atau ketabrak pohon saat dikejar. Yang pasti tidak ada anggota yang aniaya warga”, bantah Dandim 1605 Belu diamini Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 408/SBH Mayor Inf. Joni Eko Prasetyo. (Ronny)


