Saturday, April 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Dinas Pariwisata NTT Serap Aspirasi Pembangunan Pariwisata Dari Awak Media Di Bali

Kuta,Theeast.co.id – Denpasar-Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerap berbagai masukan tentang pembangunan pariwisata dengan awak media dan para pelaku pariwisata di Bali bertempat di Haris Hotel Kuta, Selasa Malam(26/2). Hadir dalam kesempatan tersebut yakni beberapa pelaku pariwisata Bali seperti para guide, pelaku surfing, hotel, restoran , cafe, awak media dan beberapa stakeholder lainnya. Sementara dari Dinas Pariwisata NTT dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata yakni Ir.Wayan Darmawa. S.T

Menurut Darmawa, NTT itu sangat indah. Destinasinya sangat alamiah. Lautnya bersih dan jernih. Keindahan alam NTT itu bisa melebihi Bali. Hampir di setiap wilayah memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri. Di setiap wilayah di NTT memiliki destinasi yang unik, atraksi budaya yang menakjubkan sajian menu makanan dengan citarasa tradisional yang luar biasa. “Potensi pariwisatanya besar. Perlu banyak pembenahan. Makanya kami perlu banyak belajar. Belajar dari Bali yang sudah maju, menyerap aspirasi dari para pelaku pariwisata di Bali, dari para awak media di Bali. Kita ingin berbenah pariwisata di NTT,” ujarnya.

Ia mengaku, sejak memimpin Dinas Pariwisata NTT, pihak sudah melakukan pendataan, mengidentifikasi berbagai destinasi di NTT dengan segala kekayaan dan keunikannya. Ada sekitar 400 lebih destinasi. Jumlah ini masih terus meningkat karena pendataan belum selesai. Yang dikenal selama ini hanya beberapa titik saja seperti Labuanbajo yang memiliki Komodo, Kelimutu dengan danau tiga warna, Sumba dengan atraksi pasolanya, Bajawa dengan kampung adat Bena, Manggarai dengan kampung adat Wairebho dan seterusnya. Belum lagi menu tradisional seperti susu goreng di timor, jagung titi di Adonara, dan berbagai jenis menu lainnya yang tersebar di NTT. “Jumlahnya banyak. Potensinya besar. Butuh investasi yang besar. Kami masih terus belajar untuk membenahi pariwisata NTT,” ujarnya.

Ketua Umum Media Online Indonesia Rudi Meliala Sembiring mengakui jika NTT itu memang indah. Pesona alamnya masih natural. “Memang disana-sini butuh banyak pembenahan. Investasinya besar, butuh banyak biaya. Namun NTT tidak tidak usah berkecil hati. Mulai dulu dengan yang berskala kecil, tetapi harus konsisten, berkesinambungan. Lama kelamaan dia akan besar dan meluas, menyebar merata di seluruh NTT,” ujarnya. Ia melihat ada beberapa hal yang harus dibenahi terutama infrastruktur. Namun perlu diingat, investasinya yang besar, tidak perlu harus pemerintah, tetapi harus melibatkan swasta dan seluruh stakeholder lainnya. Selain itu, desa-desa yang memiliki obyek wisata hendaknya diajak untuk secara swadaya mengelolah potensi wisatanya.

Hal senada disampaikan salah satu senior Pena NTT Pieter Sahertian. Pengusaha cafe dan resort di Lasiana Kupang ini meminta agar SDM pariwisata di NTT harus benar-benar dibenahi. Ia mengisahkan, dari banyak pengalaman yang dialaminya selama melalangbuana di NTT, SDM selalu menjadi kendala. SDM Pariwisata NTT harus menjadi perhatian utama terutama yang bekerja di sektor pariwisata. “Ada banyak kasus yang menjadi contoh. Salah satunya soal keramahtamahan, gestur, dan perilaku yang membuat orang itu nyaman. Saya pernah belanja di pasar oleh-oleh. Awalnya, ditawari kacang manis, tetapi saya memilih yang asin dan pedas. Namun karena saya menambah belanjaan kacang manis juga, pelayannya malah marah-marah, ‘katanya tidak suka yang manis, sekarang malah ambil yang manis’. Ini hal kecil, tapi pasti membuat tamu tidak merasa diterima dan tidak merasa nyaman. Ada banyak contoh serupa yang terjadi,” ujarnya.

Selain SDM, akses jalan dan infrastruktur lainnya seperti listerik, air minum, perbankan harus diperhatikan pemerintah. Infrastruktur seperti ini sepenuhnya menjadi tanggunjawab pemerintah. Ia meminta agar pariwisata NTT harus dikelolah secara terintegrasi, menjadi satu kesatuan. Selama ini masih dikelolah bersifat kedaerahan. Ego sektoral masih kuat. Artinya, kalau turis berkunjung ke NTT, dia tidak hanya melihat satu destinasi saja, atau satu atraksi budaya saja lalu kembali ke Bali atau ke negaranya. “Bagaimana diatur agar dalam waktu yang singkat turis bisa menghabiskan uangnya di NTT. Turis harus diajak keliling NTT, ke seluruh destinasi yang mudah dijangkau dengan transportasi yang lancar, mudah, murah dan nyaman,” ujarnya. (Tim/ Axelle Dae)

Popular Articles