Friday, April 24, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

335 Karyawan PLTU Celukan Bawang Divaksinasi, 20 Diantaranya Gagal vaksin

BULELENG, The East Indonesia – Buleleng terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi covid-19, salah satunya di PLTU Celukan Bawang, kecamatan Gerokgak. Sebanyak 335 orang karyawan di Perusahaan tersebut Minggu (11/4) dilakukan vaksinasi massal, namun 20 orang diantaranya gagal divaksinasi.

Dari 335 orang tersebut ada karyawan dari petugas keamanan, bagian mesin maupun tenaga kebersihan. 335 orang yang terdaftar tersebut ternyata ada 20 orang yang tidak bisa dilakukan vaksinasi karena mengalami hipertensi, gejala batuk serta penyakit penyerta atau komorbid. Vaksinasi masal ini melibatkan tenaga medis dari RSUD Tanguwisia Kecamatan Seririt.

General Affair PT General Energy Bali (GEB) PLTU Celukan Bawang, Indriani Tanutanto saat dikonfirmasi mengatakan ia melakukan lobi ke kepemerintah Provinsi Bali agar bisa dilakukan vaksinasi terhadap karyawan di PLTU Celukan Bawang. Ada sebanyak 335 orang karyawan di perusahaan yang berkewarganegaraan Indonesia, sedangkan sebanyak 137 orang lainnya berkewarganegaraan China.

Pihak manajemen sebelumnya mengusulkan agar karyawan dari China juga bisa di vaksinasi serempak, akan tetapi dari karyawan China lebih memilih menunggu dari Konsulat Negaranya. “Pihak manajemen sudah mengusulkan agar karyawan dari China juga bisa divaksinasi, namun mereka lebih memilih menunggu instruksi dari Konsulatnya,”ungkapnya.

Dengan lobi yang dilakukan sejak beberapa pekan lalu kepada Pemerintah Provinsi Bali, akhinya Vaksinasi Masal bisa dilakukan kepada karyawan di perusahaan. Indriani mengaku dari Provinsi menurunkan ke Pemerintah Kabupaten Buleleng dan dari Satgas Kabupaten merujuk ke RSUD Tanguwisia untuk dilakukan Vaksinasi.

“Kita beruntung bisa dilakukan vaksinasi lebih awal kepada karyawan karena untuk menjaga ketenangan dari karyawan dalam bekerja. Ini juga untuk menjaga kestabilan kelistrikan di Bali bisa tetap terjaga karena karyawan semua dalam keadaan sehat,” imbuhnya.

Indriani mengaku sebelumnya ada beberapa karyawan yang berstatus OTG atau Orang Tanpa Gejala dan telah dilakukan karantina. Itupun mereka terkena diluar dari lingkungan perusahaan. Untuk diperusahaan hingga saat ini tidak ada yang terpapar atau terjadi penularan covid-19. “Dengan adanya vaksinasi ini akan lebih menjaga kesehatan karyawan dan paling tidak imun tubuh mereka tetap terjaga dengan baik,” katanya.

Sementara itu Kepala RSUD Tanguwisia, dr. Ketut Parining mengatakan pihaknya melibatkan 23 orang tenaga kesehatan untuk vaksinasi di PLTU Celukan Bawang. Ada sebanyak 330 vial vaksin yang disiapkan untuk vaksinasi masal ini.

“Vaksinasi di perusahaan swasta ini merupakan salah satu dari beberapa perusahaan pelayanan publik yang dilakukan vaksinasi. Kita berharap semuanya bisa dilakukan vaksinasi untuk mengejar target vaksinasi dari Pemerintah,” Pungkasnya.***

Penulis – Wismaya|Editor – Igo Kleden

Popular Articles