Monday, March 2, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jaga Stabilitas Harga di Perbatasan, BNPP Gelar Operasi Pasar Murah di PLBN Motaain

ATAMBUA, The East Indonesia – Wajah ceria terpancar dari ratusan warga perbatasan RI-Timor Leste yang memadati area Pasar PLBN Motaain, Kabupaten Belu, pada Selasa (24/02/2026).

Kehadiran negara terasa nyata melalui gelaran Pasar Rakyat bertajuk Operasi Pasar Murah yang diinisiasi oleh BNPP RI bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.

Langkah ini diambil sebagai strategi “jemput bola” untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah terluar.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 9 ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) disiapkan untuk warga.

Dengan harga Rp60.000 per sak isi 5 kg—jauh di bawah harga pasar—masyarakat langsung menyerbu stok yang ada hingga terjual sebanyak 1.600 sak hanya dalam waktu singkat.

Selain beras murah, suasana pasar semakin hidup dengan deretan produk lokal mulai dari sayur-mayur segar hasil tani warga desa sekitar, ikan tangkapan nelayan lokal, hingga aneka kuliner khas Belu turut meramaikan stan.

Sinergi ini tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga menjadi panggung promosi bagi UMKM perbatasan untuk memutar roda ekonomi mereka.

Pasar Rakyat ini membuktikan bahwa PLBN kini telah bertransformasi; bukan sekadar pintu gerbang kedaulatan negara, melainkan episentrum pertumbuhan ekonomi yang membawa kesejahteraan langsung ke tangan rakyat.

Kepala Administrator Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Maria Fatima Rika, S.STP yang dikonfirmasi awak media, Minggu, 1 Maret 2026 menegaskan komitmen Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di garda terdepan.

Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pasar Rakyat dan Operasi Pasar Murah yang bertujuan menjaga stabilitas harga pangan.

“Pasar Rakyat dan Operasi Pasar Murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah melalui BNPP untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat perbatasan” ujar Rika.

Tingginya antusiasme warga menjadi indikator suksesnya acara ini, terbukti dengan tersalurnya beras SPHP sebanyak 6 ton.

Rika memastikan pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk keberlanjutan program ini.

“Ke depan, kami akan terus bersinergi agar kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan semakin dirasakan manfaatnya” tambahnya.

Melalui agenda ini, PLBN Motaain tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang negara, tetapi bertransformasi menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif. (Ronny)

Popular Articles