Wednesday, March 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jembatan Utama Pembatas Negara RI-RDTL Diterjang Banjir Deras, ADPRD Belu Fraksi Gerindra Wendelina Sally Turun Langsung ke Lokasi dan Harapkan Hal Ini!

ATAMBUA, The East Indonesia – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Belu sepanjang hari mengakibatkan banjir di kawasan perbatasan negara.

Aliran air terpantau meluap hingga menutupi akses jalan di atas jembatan utama yang menjadi titik pembatas antara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Timor Leste di PLBN Motaain, Selasa sore, 3 Maret 2026.

Peristiwa yang mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WITA ini menyebabkan aktivitas lintas negara sempat terhambat.

Aliran banjir yang deras diatas jalan mengalir ke dua arah, yakni ke arah area utama PLBN Motaain di sisi Indonesia dan ke arah Pos Batugede di sisi Timor Leste.

Selain menghambat mobilitas warga dan kendaraan, luapan air ini juga memicu kekhawatiran terkait infrastruktur di titik nol perbatasan tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Belu fraksi Gerindra, Wandelina Happy Sally, pun turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi terkini.

Dalam pantauannya, debit air yang sangat tinggi membuat kali di sekitar PLBN Motaain tidak mampu lagi menampung volume air, sehingga meluap dan merendam area vital hingga setinggi lutut orang dewasa.

Jarak jembatan yang menjadi titik pembatas antar Negara Indonesia dan Negara Timor Leste dengan material di dasar kali pun sudah sangat dekat.

Kepada media ini, Anggota DPRD Kabupaten Belu fraksi Gerindra, Wandelina Happy Sally menyampaikan keprihatinan atas banjir yang terjadi di kawasan perbatasan RI–Timor Leste, tepatnya di PLBN Motaain.

“Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Belu sepanjang hari telah menyebabkan debit air meningkat drastis. Kali di sekitar PLBN tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap dan merendam akses jalan di atas jembatan utama yang menjadi penghubung antara Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Timor Leste,” ujar Wendelina saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Politisi yang akrab disapa Aci Oliva ini menjelaskan bahwa ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa sangat mengkhawatirkan karena kawasan tersebut merupakan area vital perlintasan antarnegara.

Selain mengganggu mobilitas masyarakat, kondisi ini juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, mengingat
dasar sungai sudah dangkal akibat tumpukan material yang sudah sangat dekat dengan badan jembatan.

“Kondisi dasar kali yang sudah sangat dangkal dan mendekati badan jembatan penghubung dua Negara. Sangat dikhawatirkan jika terjadi banjir kiriman,” ungkap Wendelina Happy Sally.

Karenanya, Anggota DPRD Belu dari Fraksi Gerindra ini meminta agar instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun pihak pengelola perbatasan, untuk segera mengambil langkah cepat dan tanggap, termasuk melakukan normalisasi kali, pengecekan struktur jembatan, serta pengamanan arus lalu lintas sementara.

“Kita perlu langkah jangka pendek untuk penanganan darurat, sekaligus solusi jangka panjang seperti perbaikan sistem drainase dan penguatan infrastruktur di kawasan perbatasan agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegas Wendelina Sally.

Dalam peninjauan tersebut, anggota DPRD Belu Fraksi Gerindra ini tidak hanya memantau titik perbatasan di PLBN Motaain, tetapi juga menyisir pemukiman warga di sekitar sungai.

“Puji Tuhan, tidak ada laporan rumah warga yang roboh atau dampak fatal lainnya, sehingga tidak sampai warga setempat mengalami kerugian materiil akibat luapan air,” ujarnya.

Diakhir penyampaiannya, Anggota DPRD Belu Fraksi Gerindra, Wendelina Happy Sally menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan tidak memaksakan diri melintasi jalur yang tergenang air demi keselamatan bersama. (Ronny)

Popular Articles