Thursday, March 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Distankan Perkuat Sinergi dan Peningkatan Produktivitas Pertanian Menuju Kemandirian Pangan Buleleng

SINGARAJA, The East Indonesia – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Buleleng terus berkomitmen mewujudkan transformasi ekonomi yang produktif, inovatif, dan inklusif, serta memperkuat kemandirian pangan bagi masyarakat Buleleng.

Sejumlah tantangan utama yang kini dihadapi sektor pertanian, mulai dari degradasi lahan, lemahnya daya saing produk, hingga masih rendahnya produktivitas dan produksi. Untuk itu, dalam lima tahun ke depan, Buleleng menargetkan peningkatan signifikan pada produksi dan produktivitas komoditas unggulan daerah.

Dengan potensi lahan sawah, tegalan (abian), hingga garis pantai yang panjang, Buleleng memiliki modal kuat untuk bangkit. Pendataan lahan menjadi fondasi kebijakan, khususnya dalam mendorong luas tambah tanam komoditas pangan pokok. Ha tersebut disampaikan Sekretaris Distankan Buleleng, drh. Ni Luh Prima Diantari Wati saat memimpin Forum Perangkat Daerah di ruang Kepala Distankan Buleleng, Rabu, (4/3).

Sekdis Prima Diantari menyampaikan Transformasi kelembagaan juga diiringi perubahan regulasi nasional. Pengalihan penyuluh pertanian ke Kementerian Pertanian (Inpres 3/2025), pengelolaan sumber daya air dan irigasi ke Kementerian PUPR (Inpres 2/2025), serta penataan pupuk bersubsidi melalui Perpres 6/2025 menjadi dinamika baru.

“Saat ini, pupuk bersubsidi difokuskan pada sembilan komoditas strategis penyumbang inflasi seperti padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, dan kakao. Meski demikian, sinergi antar instansi terus diperkuat agar target produksi tetap tercapai,” ucapnya.

Pada Tahun Anggaran 2026, Distankan juga akan memberikan bantuan 20 paket untuk 18 desa meliputi bantuan bibit tanaman pangan, sekolah sehat untuk 10 SD lokasi stunting, edukasi pangan B2SA untuk kader Posyandu di 9 kecamatan, bantuan sarana perikanan seperti mesin tempel, genset, mesin jukung, serta dukungan bagi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan.

Sementara itu, pada tahun 2027 Dinas masih membuka ruang perbaikan administrasi bagi desa yang belum melengkapi proposal. Tahun 2027 direncanakan tetap menjalankan 13 program dengan 23 kegiatan dan 53 subkegiatan.

“Dengan integrasi kelembagaan, penguatan data, dan sinergi lintas sektor, Buleleng optimistis mampu meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan menyejahterakan petani serta nelayan,” tutupnya.(Wis)

Popular Articles